PUASA PADA BULAN DZULHIJJAH
Pertanyaan:
Apakah ada dalîl kalau Nabî Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam melakukan puasa penuh 10 hari di awal-awal bulan Dzulhijjah ini?.
Jawaban:
Tidak ada dalîl yang menunjukkan bahwa Nabî ‘Alaihish Shalâtu was Salâm puasa penuh 10 hari pada permulaan Dzulhijjah. Tidak adanya puasa penuh 10 hari pada permulaan Dzulhijjah ini, karena pada hari kesepuluhnya dilarang untuk puasa, berkata Amîrul Mu’minîn ‘Umar Ibnul Khaththâb Radhiyallâhu ‘Anhu:
إنَّ هذَينِ يومانِ، نهَى رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم عن صِيامِهما؛ يومُ فِطرِكم مِن صِيامِكم، والآخَرُ يومُ تأكلونَ فيه مِن نُسُكِكم
“Sungguh dua hari ini, Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam telah melarang untuk berpuasa pada keduanya, yaitu hari berbukanya kalian dari puasa kalian (‘Idul Fithr) dan hari yang kalian memakan sesembelihan kalian pada hari itu (‘Idul Adhhâ).”
Dan telah ada dalîl yang menunjukkan bahwa beliau terbiasa puasa Senin dan Kamis serta puasa pada hari yang kesembilan dari bulan Dzulhijjah. Berkata Usâmah bin Zaid Radhiyallâhu ‘Anhumâ:
رأيتُ رسولَ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ يصومُ يومَ الاثنينِ والخميسِ فسألتُهُ فقالَ: إنَّ الأعمالَ تُعرَضُ يومَ الاثنينِ والخميسِ، فأحبُّ أن يُرفَعَ عملي وأَنا صائمٌ
“Aku melihat Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam puasa pada hari Senin dan Kamis, lalu aku bertanya kepada beliau maka beliau menjawab: “Sesungguhnya amalan-amalan dibentangkan pada hari Senin dan Kamis, sedangkan aku senang untuk diangkat amalanku dalam keadaan aku puasa.” Riwayat Ahmad, An-Nasâ’î dan Abû Dâwud.
Dalîl yang sangat jelas menunjukkan bahwa Nabî ‘Alaihish Shalâtu was Salâm puasa hari ‘Arafah adalah hadîts yang diriwayatkan oleh Abû Dâwud dari Hunaidah bin Khâlid Radhiyallâhu ‘Anhu, dari isterinya dari sebagian para isteri Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, ia berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ تِسْعَ ذِي الْحِجَّةِ
“Dahulu Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam puasa pada tanggal sembilan Dzulhijjah (puasa ‘Arafah).”
Dijawab oleh:
Al-Ustâdz Abû Ahmad Al-Limborî pada malam Senin 4 Dzulhijjah 1443 / 4 Juli 2022 di Pondok Pesantren Majaalis Al-Khidhir Cipancur Klapanunggal Bogor.