LUPA TERHADAP NAZAR
Pertanyaan:
Pak Ustâdz Muhammad Al-Khidhir, saya mau bertanya tentang nazar, bagaimana cara menebus nazar supaya bersih hutang-hutang nazar saya. Saya waktu itu pernah punya nazar, tapi saya lupa punya nazar apa? Tidak inget sama sekali. Apa saya harus kasih sepuluh makan anak pesantren saja, terus baca-baca Al-Fâtihah?.
Jawaban:
Alhamdulillâh tidak harus bagi Anda untuk memberi makan sepuluh orang anak faqîr miskîn, Anda pernah bernazar lalu Anda lupa terhadap nazar tersebut maka Anda dimaafkan oleh Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:
إِنَّ اللهَ تَجَاوَزَ لِي عَنْ أُمَّتِي الخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ
“Sesungguhnya Allâh memberi maaf bagiku terhadap umatku di saat keliru, lupa dan di saat mereka dipaksa.” Riwayat Ibnu Mâjah dan Al-Baihaqî.
Untuk bacaan yang hendak Anda ucapkan adalah ayat terakhir pada surat Al-Baqarah terkhusus yang lafazhnya:
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَاۤ إِن نَّسِینَاۤ أَوۡ أَخۡطَأۡنَا
“Wahai Rabb kami, janganlah Engkau menghukum kami jika kami lupa atau kami keliru.” [Surat Al-Baqarah: 286].
Dijawab oleh:
Muhammad Al-Khidhir pada hari Rabu tanggal 20 Dzulhijjah 1443 / 20 Juli 2022 di Pondok Pesantren Majaalis Al-Khidhir Cipancur Klapanunggal Bogor.