TANYA JAWAB BERSAMA AL-USTÂDZ MUHAMMAD AL-KHIDHIR SEPUTAR MANHAJ DAN HIZBIYYAH
Santri:
Ustâdz, apa itu manhaj?.
Ustâdz:
Manhaj adalah metode atau jalan yang jelas, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ:
لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا
“Bagi setiap umat di antara kalian, Kami telah jadikan syari’at (aturan) dan manhaj (jalan yang terang).” [Al-Mâ’idah: 48].
Santri:
Apakah manhaj itu dapat dimaknakan aliran?.
Ustâdz:
Kalau aliran itu seolah-olah gambarannya hanya pada jalan atau metode yang dianggap menyimpang dan tergelincir, sedangkan manhaj akan lebih jelas maksudnya tergantung pada penyandarannya. Tatkala manhaj disandarkan kepada Salaf yakni Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam maka jelas inilah manhaj sebenarnya yang Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ perintahkan untuk mengikutinya:
قُلْ هٰذِهِۦ سَبِيلِىٓ أَدْعُوٓا إِلَى اللَّهِ عَلٰى بَصِيرَةٍ أَنَا۠ وَمَنِ اتَّبَعَنِى
“Katakanlah (wahai Rasûl): “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku berdakwah kepada Allâh di atas kejelasan jalan (ilmu).” [Yûsuf: 108].
Tatkala manhaj itu disandarkan kepada penyelisihan terhadap Salaf maka itulah metode dan jalan hizbiyyah, kita diperintah oleh Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ untuk tidak mengikutinya:
وَلَا تَتَّبِعُوا۟ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمۡ عَن سَبِیلِهِ
“Janganlah kalian mengikuti berbagai jalan itu karena akan memisahkan kalian dari jalan-Nya.” [Al-An’am: 153].
Santri:
Apa itu hizbiyyah?
Ustâdz:
الحزبية هي التعصب لفكر معين يخالف منهج السلف والموالاة والمعادات عليه
“Hizbiyyah adalah fanatisme terhadap pemikiran tertentu yang menyelisihi manhaj Salaf, melakukan loyalitas dan permusuhan di atasnya.”
Sama saja pemikiran tertentu yang menyelisihi manhaj Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam itu terikat dalam suatu organisasi ataupun tidak terikat dalam suatu organisasi. Dan orang-orang musyrik zaman Jâhiliyyah dahulu tidak terorganisasi, mereka tidak memiliki pemimpin tertinggi semisal raja namun mereka disebut pula termasuk dari ahzâb. Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ memerintahkan untuk tidak seperti mereka:
وَلَا تَكُونُوا۟ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِینَ * مِنَ ٱلَّذِینَ فَرَّقُوا۟ دِینَهُمۡ وَكَانُوا۟ شِیَعࣰا كُلُّ حِزۡبِۭ بِمَا لَدَیۡهِمۡ فَرِحُونَ
“Janganlah kalian menjadi bagian dari orang-orang musyrik, yaitu orang-orang yang mereka itu memecah belah agama mereka menjadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada mereka.” [Surat Ar-Rûm: 31-32].
Tanya jawab malam Jum’at setelah kajian ‘Umdatul Ahkâm pada tanggal 22 Dzulhijjah 1443 / 22 Juli 2022 di Pondok Pesantren Majaalis Al-Khidhir Cipancur Klapanunggal Bogor.