WAHAI ISTERI HATI-HATI

Pertanyaan:
Mohon bimbingannya Ustâdz, apa hukumnya isteri menolak ajakan suami untuk jimâ’? Dan bagaimana suami menyikapi isteri yang menolak seperti itu? Terima kasih Ustâdz atas waktunya.

Jawaban:
Isteri Anda membutuhkan nasehat, nasehatilah dengan lembut. Ingatkan tentang akibat menolak ajakan suami untuk jimâ’. Ingatkan bahwa apabila isteri menolak ajakan suaminya untuk jimâ maka dia akan mendapatkan akibatnya berupa la’nat dari Malaikat, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaih wa Sallam:

إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ، فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا، لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ

“Jika seseorang mengajak isterinya ke ranjangnya namun isterinya enggan lalu suaminya marah kepadanya maka Malaikat mela’natnya sampai pagi.” Riwayat Al-Bukhârî.
Betapa hina dan menyakitkan bagi seorang isteri apabila dalam semalam mendapatkan la’nat dari Malaikat. La’nat dari manusia saja sudah cukup menyakitkan, apalagi ini la’nat dari Malaikat. Supaya la’nat dari Malaikat ini terhenti maka hendaklah bagi isteri bersegera kembali ke suaminya untuk memenuhi ajakannya, berkata Al-Bukhârî Rahimahullâh:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَرْعَرَةَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ زُرَارَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا بَاتَتِ الْمَرْأَةُ مُهَاجِرَةً فِرَاشَ زَوْجِهَا لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تَرْجِعَ

“Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Ar’arah, beliau berkata: Telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Qatâdah, dari Zurârah, dari Abû Hurairah, beliau berkata: Berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: “Jika seorang isteri bermalam dalam keadaan menjauh dari tempat tidur suaminya maka Malaikat mela’natnya hingga dia kembali.”

Solusi yang bagus bagi seorang isteri tatkala pernah atau sering tidak memenuhi ajakan suaminya adalah meminta maaf kepada suaminya, jika dia memiliki udzur syar’î maka dia sampaikan ke suaminya sehingga suaminya tidak salah sangka, tidak kecewa dan tidak murka.

Dijawab oleh:
Muhammad Al-Khidhir pada malam Senin 24 Dzulhijjah 1443 / 24 Juli 2022 di Pondok Pesantren Majaalis Al-Khidhir Cipancur Klapanunggal Bogor.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/6626