SEMUA UMAT ISLAM MASUK SURGA
Pertanyaan:
Ustâdz, saya ingin nanya, apakah semua umat Nabî Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam pasti masuk Surga dikarenakan mendapatkan syafa’at dari Nabî?.
Jawaban:
Umat Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam terbagi-bagi, sebagian mereka masuk Surga dan sebagian mereka masuk Neraka. Mereka yang masuk Surga adalah orang-orang yang mentaati beliau dan mereka yang masuk Neraka adalah orang-orang yang tidak mentaati beliau, berkata Al-Bukhârî di dalam “Shahîh”nya:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سِنَانٍ حَدَّثَنَا فُلَيْحٌ حَدَّثَنَا هِلاَلُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ، إِلاَّ مَنْ أَبَى. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ: مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى
“Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sinân, beliau berkata: Telah menceritakan kepada kami Fulaih, beliau berkata: Telah menceritakan kepada kami Hilâl bin ‘Alî dari ‘Athâ’ bin Yasâr dari Abû Hurairah bahwa Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Semua umatku akan masuk Surga kecuali orang yang enggan.” Para Shahabat bertanya: Wahai Rasûlullâh, siapa orang yang enggan itu?. Beliau menjawab: “Barangsiapa mentaatiku maka dia masuk Surga dan siapa yang bermaksiat kepadaku maka sungguh dia telah enggan.”
Mereka yang masuk Neraka adalah Ahlul Bi’dah yang mati dalam keadaan belum terampuni dosa-dosa mereka atau mereka mati dalam keadaan belum bertaubat dari dosa-dosa mereka, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:
وإنَّ أُمّتِي سَتَفتَرِقُ عَلَى اثنَتَيْنِ وَسَبَعينَ فِرقةً، كُلُّها فِي النّارِ إلّا وَاحِدَةً وَهِيَ الجَمَاعَةُ
“Sungguh umatku akan terpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan, semua golongan itu di dalam Neraka kecuali satu golongan, yaitu Al-Jamâ’ah.” Riwayat Ahmad dan Ibnu Mâjah.
Al-Jamâ’ah adalah mereka yang mengikuti Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam dan para Shahabatnya, bukan Ahlul Bid’ah sebagaimana diperjelas pada riwayat At-Tirmidzî dengan lafazh:
وتفترقُ أمَّتي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبعِينَ مِلَّةً، كُلُّهُم في النَّارِ إلَّا ملَّةً وَاحِدَةً، قَالُوا: مَن هِيَ يا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: مَا أَنَا عَلَيهِ وَأَصحَابِي
“Akan berpecah belah umatku menjadi tujuh puluh tiga golongan, semua mereka di dalam Neraka kecuali satu golongan.” Para Shahabat bertanya: “Siapa mereka satu golongan itu wahai Rasûlullâh?.” Beliau menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang berpegang teguh kepada apa yang aku dan para Shahabatku berada padanya.”
Ahlul bid’ah meskipun mereka menggunakan nama Al-Jamâ’ah atau mereka menamai kelompok mereka dengan nama Ahlus Sunnah wal Jamâ’ah atau mereka mengaku berhak mendapatkan syafa’at Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam selama mereka tidak bertaubat dari bid’ah mereka maka kemurkaan Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam akan menjadi ancaman terhadap mereka, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:
لَيَرِدَنَّ عَلَيَّ أَقْوَامٌ أَعْرِفُهُمْ وَيَعْرِفُونِي، ثُمَّ يُحَالُ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ
“Sungguh benar-benar akan datang kepadaku berbagai kaum, aku mengenal mereka dan mereka juga mengenalku. Kemudian mereka dibuatkan penghalang antaraku dan antara mereka.” Riwayat Al-Bukhârî dari Sahl bin Sa’d Radhiyallâhu ‘Anhu.
Dan masih pada riwayat Al-Bukhârî dari Abû Sa’îd Al-Khudrî Radhiyallâhu ‘Anhu, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:
فَأَقُولُ إِنَّهُمْ مِنِّي، فَيُقَالُ إِنَّكَ لاَ تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ، فَأَقُولُ سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ غَيَّرَ بَعْدِي
“Aku katakan: “Sesungguhnya mereka termasuk dari umatku.” lalu dikatakan kepadaku: “Sungguh engkau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan sepeninggalmu.” Maka aku katakan: “Jauhkan, jauhkan bagi siapa yang melakukan perubahan (terhadap sunnahku dengan mengadakan bid’ah) sepeninggalku.”
Ahlul bid’ah terancam dengan Neraka, meskipun mereka merasa paling baik dan paling benar, meskipun mereka paling bagus dan paling panjang shalat mereka, Allâh ‘Azza wa Jalla akan menghukum mereka di dalam Neraka karena dosa kebid’ahan mereka yang merupakan dosa besar, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:
وشرَّ الأمورِ مُحدثاتُها، وكلَّ مُحدَثةٍ بدعةٌ، وَكلَّ بِدعةٍ ضَلالةٌ، وكلَّ ضَلالةٍ فِي النَّارِ
Para pelaku dosa besar semisal ahlul bid’ah itu walaupun nantinya akan tetap juga masuk Surga karena akan mendapatkan syafa’at hanya saja mereka akan tersiksa di dalam Neraka sampai bersih dosa-dosa bid’ah mereka lalu setelah itu mereka dimasukkan ke dalam Surga, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:
لَيُصِيبَنَّ أَقْوَامًا سَفْعٌ مِنَ النَّارِ بِذُنُوبٍ أَصَابُوهَا عُقُوبَةً، ثُمَّ يُدْخِلُهُمُ اللَّهُ الْجَنَّةَ بِفَضْلِ رَحْمَتِهِ يُقَالُ لَهُمُ الْجَهَنَّمِيُّونَ
“Akan ada beberapa kaum tampak sangat hitam bekas api Neraka, karena dosa-dosa yang pernah mereka lakukan, sebagai hukuman atas mereka. Kemudian Allâh memasukkan mereka ke dalam Surga dengan karunia rahmat-Nya. Mereka itulah yang dinamakan Jahannamiyyûn (mantan penghuni Neraka Jahannam).” Riwayat Al-Bukhârî.
Murji’ah dan orang-orang yang memiliki irjâ’ telah meyakini dengan keyakinan yang salah terhadap hadîts tersebut dan hadîts yang semisalnya, bahwa yang dikeluarkan dari Jahannam itu orang-orang yang tidak shalat juga, karena mereka menganggap tidak kâfirnya orang meninggalkan shalat. Padahal telah jelas bahwa orang-orang itu adalah ahlul kabâ’ir masuk pula ahlul bid’ah dan ahlul ma’shiyah yang mati belum bertaubat atau belum terampuni dosa-dosa mereka. Di dalam suatu riwayat Al-Bukhârî dengan lafazh:
حَتَّى إِذَا أَرَادَ اللَّهُ رَحْمَةَ مَنْ أَرَادَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ، أَمَرَ اللَّهُ الْمَلاَئِكَةَ أَنْ يُخْرِجُوا مَنْ كَانَ يَعْبُدُ اللَّهَ، فَيُخْرِجُونَهُمْ وَيَعْرِفُونَهُمْ بِآثَارِ السُّجُودِ
“Sampai tatkala Allâh meninginkan untuk merahmati orang yang Dia inginkan dari penghuni Neraka, Dia perintahkan para Malaikat supaya mengeluarkan orang yang dahulu beribadah kepada Allâh lalu para Malaikat mengeluarkan mereka, para Malaikat mengenal mereka dari bekas-bekas sujûd mereka.”
Masuk pada hadîts ini Ahlul Bid’ah, adapun orang-orang yang meninggalkan shalat, yang hujjah telah tegak kepada mereka dan mereka mati dalam keadaan belum bertaubat maka mereka tidaklah masuk ke dalam hadîts tersebut, mereka dimasukkan ke dalam Neraka Saqar, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ tentang mereka:
مَا سَلَكَكُمۡ فِی سَقَرَ * قَالُوا۟ لَمۡ نَكُ مِنَ ٱلۡمُصَلِّینَ
“Apa yang membuat kalian masuk ke dalam Neraka Saqar? Mereka menjawab: “Tidaklah keberadaan kami termasuk dari orang-orang yang shalat.” [Surat Al-Muddatstsir: 42-43].
Dijawab oleh:
Muhammad Al-Khidhir pada hari Ahad tanggal 7 Shafar 1444 / 4 September 2022 di Pondok Pesantren Majaalis Al-Khidhir Bogor.