DIAZAB DI KUBUR SEBELUM DI HARI KIAMAT
Pertanyaan:
Saya ingin bertanya pak Ustâdz, pada surat Yâsîn ayat 52: “Mereka berkata: “Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (di dalam kubur)?” Inilah yang dijanjikan (Allâh) Yang Maha Pengasih dan benarlah Rasûl-rasûl(-Nya).
Pertanyaannya dari ayat tersebut, orang kâfir menyadari hari yang dijanjikan di padang mahsyar. Apakah orang kâfir tidak menyadari saat di alam kubur. Terima kasih.
Jawaban:
Orang-orang kâfir dan yang semisal dengan mereka yang tersiksa di dalam kubur sangat menyadari keadaan mereka di perbaringan di dalam kubur sebagaimana yang Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ terangkan tentang keadaan orang-orang kâfir dari kalangan pengikut Fir’aun:
النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ
“Kepada mereka diperlihatkan Neraka, pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Lalu kepada Malaikat diperintahkan): “Masukkanlah oleh kalian para pengikut Fir’aun itu ke dalam azab yang sangat keras!.” [Ghâfir: 46].
Mereka terus menerus mendapatkan azab di dalam kubur, tatkala mereka akan dibangkitkan pada hari Kiamat maka azab yang pernah mereka rasakan di dalam kubur seakan-akan terlupakan oleh mereka, seakan-akan mereka hanya berbaring-baring saja di dalam kubur. Hal itu karena mereka dihadapkan dengan azab yang sangat dahsyat. Sungguh benar apa yang dikatakan oleh Amîrul Mu’minîn ‘Utsmân bin ‘Affân Radhiyallâhu ‘Anhu:
إنَّ القبرَ أوَّلُ مَنازلِ الآخرةِ، فإن نجا منهُ، فما بعدَهُ أيسرُ منهُ، وإن لم يَنجُ منهُ، فما بعدَهُ أشدُّ منهُ
“Sungguh kuburan adalah permulaan tempat seseorang di Ãkhirat, jika dia selamat maka tempat yang setelahnya akan lebih ringan darinya dan jika tidak selamat darinya maka tempat setelahnya akan lebih dahsyat.” Riwayat Ibnu Mâjah.
Dijawab oleh:
Muhammad Al-Khidhir pada malam Jum’at, 11 Rabî’ul Awwal 1444 / 7 Oktober 2022 di Pondok Pesantren Majaalis Al-Khidhir Bogor.