JANGAN PERNAH RENDAHKAN KALIMAT TAUHÎD
Pertanyaan:
Bagaimana kalau misalnya bola yang terdapat padanya Kalimat Tauhîd itu diperjual belikan tetapi bola yang terdapat padanya Kalimat Tauhîd sama sekali tidak ditendang-tendang?.
Jawaban:
Kalaupun seandainya itu tidak ditendang-tendang, apakah pantas Kalimat Tauhîd akan disejajarkan dengan selainnya?! Diikutkan ke dalam lingkaran bola tentu sangat memungkinkan kalimat itu akan berada di bagian terendah.
Orang yang bertaqwâ tentu tidak akan membiarkan Kalimat Tauhîd itu akan direndahkan, orang yang bertaqwâ pasti akan mengagungkan Kalimat Tauhîd itu:
ذَ ٰلِكَۖ وَمَن یُعَظِّمۡ شَعَـٰۤىِٕرَ ٱللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقۡوَى ٱلۡقُلُوبِ
“Demikianlah, barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah maka sesungguhnya itu termasuk dari ketaqwaan hati.” [Surat Al-Hajj: 32].
Dan tidaklah jihâd disyari’atkan kecuali untuk mengagungkan dan meninggikan Kalimat itu:
وَجَعَلَ كَلِمَةَ ٱلَّذِینَ كَفَرُوا۟ ٱلسُّفۡلَىٰۗ وَكَلِمَةُ ٱللَّهِ هِیَ ٱلۡعُلۡیَا
“Menjadikan kalimat orang-orang kafir itu rendah dan kalimat Allâhlah yang tinggi.” [Surat At-Taubah: 40].
Dijawab oleh:
Muhammad Al-Khidhir pada awal Jumâdal Ûlâ 1444 / 26 November 2022 di Klapanunggal Bogor.