APAKAH DIBERI UDZUR KARENA KEBODOHAN BAGI ORANG YANG BERKEYAKINAN DENGAN KEYAKINAN-KEYAKINAN SYIRIK

Pertanyaan:
Di Sûdân bertebaran para penganut Shûfî, orang-orang berkeyakinan dengan keyakinan-keyakinan batil bersama dengan penerimaan mereka. Akan tetapi sebagian ikhwah (saudara-saudara Muslim) mengatakan bahwa mereka diberi udzur karena kebodohan mereka?.

Jawaban:
Tidak, mereka tidak diberi udzur, Al-Qur’ãn ada, As-Sunnah ada di tengah-tengah kaum Muslimîn, wâjib bagi mereka untuk belajar. Barangsiapa melakukan kesyirikan maka dia kâfir, kecuali jika keberadaannya di negeri-negeri yang dakwah tidak sampai padanya, keberadaannya di negeri-negeri tidak terjangkau maka keberadaannya ketika itu termasuk dari ahlu fathrah (orang-orang yang belum sampai dakwah dari para Rasûl), perkaranya kembali kepada Allâh pada hari kiamat. Adapun orang yang berada di tengah-tengah kaum Muslimîn, dia menyembah kuburan, menyembah orang-orang yang sudah mati maka dia musyrik, seperti orang-orang yang menyembah Al-Badawî, orang-orang yang menyembah Al-Husain, orang-orang yang menyembah ‘Abdul Qâdir Al-Jailânî dan yang semisal dengan mereka. Kita memohon keselamatan kepada Allâh.

Pertanyaan:
Apakah engkau wahai Syaikh mengetahui suatu negeri yang belum sampai kepada mereka perkara agama?.

Jawaban:
Kami tidak mengetahui suatu negeripun, akan tetapi jika didapati negeri-negeri yang belum sampai pada mereka perkara agama maka keberadaan mereka termasuk dari ahlu fathrah.

Diterjemahkan dari jawaban:
Al-Imâm Ibnu Bâzz semoga Allâh merahmatinya.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/7306