JANGAN SAMPAI BERBUAT DOSA LAGI PADA KESEMPATAN INI

Pertanyaan:
Izin nanya Ustâdz, sebagaimana kita ketahui keutamaan malam Lailatul Qadr dan ibadah di dalamnya lebih baik dari seribu bulan. Apakah ketika seseorang bermaksiat di malam tersebut sama halnya bermaksiat seribu bulan? Misal seseorang berjudi atau minum khamer atau zina? Bârakallâhu fîk.

Jawaban:
Tidak ada dalîl secara khusus menyebutkan tentang berlipatgandanya dosa orang yang berbuat dosa pada waktu Lailatul Qadr, namun secara umumnya Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ akan tetap membalas dosa orang yang melakukannya semisal itu dengan tanpa melipatgandakan, karena keumuman dalîl:

ﻣَﻦْ ﺟَﺎﺀَ ﺑِﺎﻟْﺤَﺴَﻨَﺔِ ﻓَﻠَﻪُ ﻋَﺸْﺮُ ﺃَﻣْﺜَﺎﻟِﻬَﺎ ﻭَﻣَﻦْ ﺟَﺎﺀَ ﺑِﺎﻟﺴَّﻴِّﺌَﺔِ ﻓَﻼ ﻳُﺠْﺰَﻯ ﺇِﻻ ﻣِﺜْﻠَﻬَﺎ ﻭَﻫُﻢْ ﻻ ﻳُﻈْﻠَﻤُﻮﻥَ

“Barangsiapa beramal dengan amal kebaikan maka baginya pahala sepuluh kali lipat dari amal itu dan barangsiapa berbuat dengan perbuatan jelek maka dia tidak diberi balasan kecuali semisal dosa kejelekan itu, sedangkan mereka tidak dizhalimi sedikitpun.” (Al-An’âm: 160).

Meskipun demikian, hendaklah seorang berakal takut berbuat dosa terkhusus di waktu seperti sekarang ini, karena bulan Ramadhân ini akan segera meninggalkannya dalam keadaan dia belum tahu apakah dosanya yang lalu sudah diampuni ataukah belum? Lalu bagaimana kalau dia menambah dosa lagi? Tidakkah dia takut dengan doa kejelekan dari Malaikat Jibrîl Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam yang telah diãmînkan oleh Nabî Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:

شَقِيَ عَبْدٌ أَدْرَكَ رَمَضَانَ، فَانْسَلَخَ مِنْهُ وَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ

“Semoga sengsara seorang hamba yang dia mendapati Ramadhân lalu dia melewatinya namun dia tidak diampuni dosanya.” Riwayat Al-Bukhârî di dalam “Al-Adabul Mufrad” dari Jâbir bin ‘Abdillâh Radhiyallâhu ‘Anhumâ. Pada riwayatnya pula dari Abû Hurairah Radhiyallâhu ‘Anhu dengan lafazh:

ﺭَﻏِﻢَ ﺃَﻧْﻒُ ﻋَﺒْﺪٍ ﺩَﺧَﻞَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥُ ﻟَﻢْ ﻳُﻐْﻔَﺮْ ﻟَﻪُ

“Semoga kehinaan pada seorang hamba yang Ramadhân mendapatinya namun tidak diampuni dosanya.”

Semoga Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ mengampuni dosa-dosa kita dan memberikan taufîk kepada kita untuk benar-benar memanfaatkan hari-hari yang masih tersisa pada bulan Ramadhân ini.

Dijawab oleh:
Muhammad Al-Khidhir pada 25 Ramadhân 1439 di Kemang Pratama 3 Bekasi.

⛵ https://t.me/majaalisalkhidhir/1730