BERDOA DI SAAT MENUNGGU WAKTU BERBUKA PUASA

Pertanyaan:
Bacaan apa yang terbaik saat berbuka puasa? Cukupkah hanya membaca “Bismillâh”?
Jawaban:
Jika waktu berbuka sudah masuk maka dianjurkan bagi yang berpuasa untuk langsung berbuka puasa, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:
لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ
“Akan senantiasa manusia pada kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa.” Riwayat Al-Bukhârî dan Muslim dari Sahl bin Sa’d Radhiyallâhu ‘Anhu.
Tentunya sebelum makan dan minum wâjib mengucapkan “Bismillâh”, karena Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam telah perintahkan:
سَمِّ اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ
“Sebutlah nama Allâh lalu makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang dekat denganmu.” Riwayat Al-Bukhârî dan Muslim dari ‘Umar bin Abî Salamah Radhiyallâhu ‘Anhu.
Adapun kalau waktu berbuka masih beberapa menit lagi, sambil menunggu masuk waktu maka hendaklah memperbanyak berdoa, karena berdoa pada waktu menunggu berbuka puasa itu terkabulkan, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:
ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Ada tiga orang yang tidak akan ditolak doa mereka, yaitu: Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa ketika akan berbuka dan doa orang yang dizhalimi.” Riwayat At-Tirmidzî dari Abû Hurairah Radhiyallâhu ‘Anhu.
Doa yang hendak dibaca oleh orang yang akan berbuka puasa adalah doa bebas, baik itu doa untuk kebaikan di dunia ataupun kebaikan di akhirat, baik dengan bahasa Arab atau pun dengan bahasa masing-masing, selama keberadaannya bukan di dalam shalat maka tidak apa-apa berdoa dengan bahasa masing-masing, Wallâhu A’lam.
Dijawab oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir pada malam Sabtu 14 Ramadhân 1440 / 18 Mei 2019 di Mutiara Gading Timur Bekasi.