MEREKA ORANG-ORANG MULABBIS

Syubhat:
Ustadz, Antum itu dibilang mulabbis sama ‘Abdul ‘Alîm, Shiddîq dan teman-temannya yang sealiran Salafiyyûn Tsâbitûn.

Sanggahan:
Justru merekalah orang-orang mulabbis, mereka membuat pengaburan terhadap hakekat kekafiran, mereka berani menamai pelaku syirk akbar sebagai Muslim. Kalau penamaan ini mereka tidak menganggapnya sebagai talbîs maka menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang bodoh sebagaimana yang dikatakan oleh Al-‘Allâmah Ibnul ‘Utsaimîn Rahimahullâh:

تسمية هذا الرجل الذي ينذر للقبور والأولياء ويدعوهم مسلماً جهل من المسمي، ففي الحقيقة إن هذا ليس بمسلم؛ لأنه مشرك

“Penamaan seseorang sebagai Muslim yang dia bernadzar kepada kuburan dan para walî serta berdoa kepada mereka itu adalah kebodohan dalam menamai, pada hakekatnya orang ini bukanlah Muslim, karena sungguh dia adalah musyrik.”
Kalau mereka tidak terima dinamai sebagai orang-orang bodoh maka satu lagi penamaan yang pantas untuk mereka, yaitu mereka adalah para penipu terhadap orang-orang Muslim, sebagaimana yang pernah kita katakan:

السُّكوتُ علَى أهلِ الشرك وعدم بيان كفرهم هذا من الغش لأهل الإسلام

“Diam atas orang-orang musyrik dan tidak menerangkan kekâfiran mereka ini termasuk dari penipuan terhadap orang-orang Muslim.”
Kebenaran tentang kâfirnya pelaku syirk akbar mereka sembunyikan atau mereka tidak menerangkannya sehingga nampak pencampur adukkan antara kebenaran dan kebatilan, berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ:

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبٰطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Janganlah kalian mencampur adukkan kebenaran dengan kebatilan dan janganlah kalian menyembunyikan kebenaran, sedangkan kalian mengetahuinya.” (Surat Al-Baqarah: 42).

(Muhammad Al-Khidhir)

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/7539