DOA DI DALAM SHALAT YANG PALING PENTING
Pertanyaan:
Bagaimana Ustâdz dengan orang yang susah dalam mengucapkan doa berbahasa Arab di dalam shalatnya, padahal dia sangat ingin berdoa di dalam shalatnya?.
Jawaban:
Andaikan seseorang tidak bisa berdoa di dalam shalatnya dengan berbahasa Arab dan dia juga tidak memiliki hafalan doa-doa berbahasa Arab yang dapat dia berdoa dengannya di dalam shalatnya, kecuali hanya satu doa yang paling pendek yang telah dia hafal, lalu dia membacanya berulang-ulang atau secara kontinyu dia baca di dalam shalatnya maka tentu itu lebih baik baginya daripada dia berdoa dengan doa selain bahasa Arab di dalam shalatnya. Satu doa pendek yang telah dia hafal seperti doa:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي
“Yâ Allâh ampunilah aku.” Lalu dia baca doa yang semakna dengan istighfâr (permohonan ampun) ini di dalam shalatnya maka sungguh dia telah berdoa dengan paling pentingnya doa, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:
طُوبَى لِمَن وَجُدَ فِي صَحِيفَتِهِ استِغفَارًا كَثِيرًا
“Beruntung bagi orang yang mendapati di dalam lembaran amalnya istighfâr yang banyak.”
Berkata Syaikhul Islâm Ibnu Taimiyyah Rahimahullâh:
استِغفارُ الإنسانِ أهَمّ مِن جَميع الأدعِيةِ
“Istighfâr (permohonan ampun) seseorang itu paling pentingnya dari seluruh doa.”
(Muhammad Al-Khidhir).