RUKUN TAUHID
Pertanyaan:
Ustâdz, mau izin bertanya soal rukun Tauhîd itu ada berapa?.
Jawaban:
التوحيد ركنان: النفي والإثبات، نفي الألوهية عن غير الله تعالى وإثباتها لله
“Rukun Tauhîd ada dua, yaitu: An-nafyu dan al-itsbât, meniadakan sesembahan selain Allâh dan menetapkannya hanya kepada Allâh.”
Berkata Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ:
فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى
“Barangsiapa yang kufur terhadap thâghût dan beriman kepada Allâh maka sungguh dia telah berpegang teguh kepada tali yang kokoh.”
Apabila salah satu dari dua rukun ini tidak ada pada seseorang yang mengaku bertauhîd maka tidaklah sah tauhîdnya, tidak cukup baginya hanya beriman kepada Allâh tanpa mengkufuri thâghût sebagaimana tidak cukup baginya hanya mengkufuri thâghût tanpa beriman kepada Allâh.
Adapun bentuk dari mengkufuri thâghût maka para ‘ulamâ telah katakan:
أن تعتقد بطلان عبادة غير الله وتتركها وتبغضها وتُكفِّر أهلها وتُعاديهم
“Kamu meyakini tentang batilnya peribadahan kepada selain Allâh dan kamu meninggalkannya, kamu membencinya dan kamu mengkafirkan ahlinya dan memusuhi mereka.”
Dijawab oleh Muhammad Al-Khidhir sebelum kajian “Ushûl fît Tafsîr” pada hari Senin tanggal 16 Dzulqa’dah 1444.