MENYOAL YEL-YEL SUKA POPULARITAS
Permasalahan yang dipaparkan bahwa Abû Ahmad yuhibbuzhuhûr (senang ingin tampil atau senang popularitas), ini yel-yel sudah cukup lama, sejak kita masih di Yaman, dan kita mengira di antara mereka yang menyuarakan yel-yel ini sudah tamat riwayat. Dan ternyata ada lagi yang mencoba mengarang riwayat baru dengan meneriakan yel-yel ini maka urusannya dengan ‘Âlimil Ghaib wasy Syahâdah:
فَسَتَذۡكُرُونَ مَاۤ أَقُولُ لَكُمۡۚ وَأُفَوِّضُ أَمۡرِیۤ إِلَى ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَصِیرُۢ بِٱلۡعِبَادِ
“Maka kelak kalian akan ingat kepada apa yang aku katakan kepada kalian. Dan aku menyerahkan urusanku hanya kepada Allâh. Sungguh Allâh adalah Bashîr (Maha Melihat) akan hamba-hamba-Nya.” [Surat Ghâfir: 44].
Adapun masalah memuji, Alhamdulillâh yang kita puji orang berilmu, kalaupun mereka tidak mengakuinya hingga berani menyebutnya sesat maka ketahuilah bahwa Syaikh Al-Albânî telah memuji Sayyid Quthb sebagaimana di dalam “Silsilah Al-Mutafarriqât saat ditanya:
طيب في نظرك يا شيخنا هل سيد قطب أفضل مِن حسن البنَّا؟
“Baik, menurut pandanganmu wahai Guru kami, apakah Sayyid Quthb lebih utama dari Hasan Albannâ?.”
Syaikh Al-Albânî menjawab:
سيد قطب أحسن منه فيما يتعلَّق بفهمه للتوحيد أولًا، وفي صراحته وصدعه بالحق خاصَّة في المذكِّرات التي نُشِرت أخيرًا
“Sayyid Quthb lebih baik daripada Hasan Albannâ pada apa yang berkaitan dengan pemahamannya terhadap Tauhîd, ini yang pertama. Dan dalam terang-terangannya dia pada kebenaran serta menyampaikannya, terkhusus pada periwayatan yang disebarkan belakangan ini.”
Ini di antara sekian pujian Syaikh Al-Albânî, belum pujian terhadap yang lain yang semisal dengannya atau yang lebih darinya.
Kalau yang berkaitan dengan penukilan maka jangan lagi ditanya, Syaikh Al-Albânî banyak mengambil faidah dan penukilan yang bukan semadzhab dengannya.
Berbeda dengan Salafiyyûn Tsâbitûn, mereka tidak mau mengambil kecuali dari kalangan mereka.
Faîdah sebelum pembacaan kitâb “Al-Adab Al-Mufrad” bersama Abû Ahmad Al-Khidhir.