AHLUSSUNNAH TIDAK BERSIKAP LEMAH LEMBUT KEPADA AHLUBID’AH

Tatkala Asy-Syâfi’î Rahimahullâh sakit, maka masuklah Hafsh Al-Fardi untuk menjenguknya, lalu Asy-Syâfi’î berkata kepadanya: “Siapa kamu?.” Dia menjawab: “Saya adalah Hafsh Al-Fardi.” Asy-Syâfi’î berkata kepadanya: “Semoga Allâh tidak menjagamu dan tidak memperhatikanmu sampai kamu bertaubat dari apa yang kamu berada padanya.”

Jangan gagal paham bila ‘âlim besar semisal Al-Imâm Asy-Syâfi’î Radhiyallâhu ‘Anhu wa Rahimah bersikap keras terhadap seorang ahli bid’ah seperti Hafsh Al-Fardi itu.

Jangan dikira seorang ahli bid’ah yang dimaksudkan sesuai versi salafiyyûn tsâbitûn dan atau versi kaum ‘âdzirûn yaitu karena memuji ahli bid’ah, menukil perkataan ahli bid’ah, terlihat bertemu dengan ahli bid’ah, satu komplek dengan ahlu bid’ah atau karena isi kajian di masjid yang ahli bid’ah juga terjadwal padanya?!.

Hafsh Al-Fardi berkeyakinan bahwa Al-Qur’ãn adalah makhluk, maka dengan sebab itu Al-Imâm Asy-Syâfi’î bersikap keras kepadanya dan menta’yînnya dengan kekâfiran, Ar-Rabî’ bin Sulaimân berkata:

 أتيت الشافعي يوما فوافقت حفصا الفرد خارجا من عنده، فقال: كاد والله الشافعي أن يضرب عنقي. فدخلت فقال لي إسماعيل: ناظر الشافعي حفص الفرد فبلغ أن القرآن مخلوق، فقال له الشافعي: والله كفرت بالله العظيم

“Aku menemui Asy-Syâfi’î pada suatu hari, lalu aku berpapasan dengan Hafsh Al-Fardi yang dia keluar dari sisi Asy-Syâfi’î, dia berkata: “Demi Allâh, Asy-Syâfi’î hampir saja memenggal kepalaku.” Lalu aku masuk maka berkatalah kepadaku Ismâ’îl: “Asy-Syâfi’î mendebati Hafsh Al-Fardi karena meyakini bahwa Al-Qur’ãn adalah makhluk, kemudian Asy-Syâfi’î berkata kepadanya: “Demi Allâh kamu telah kufur kepada Allâh Al-‘Azhîm (Yang Maha Agung).”

(Muhammad Al-Khidhir).

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/8113