KETULUSAN DALAM MENCARI ORANG BERILMU

Jangan jadikan rekomendasi seseorang sebagai sandaran utamamu dalam mencari ilmu, karena hari ini dia dapat merekomendasikanmu dengan kawannya atau kenalannya, namun esok harinya dia akan menyesali, atau antara dia dan orang yang dia rekomendasikan akan terjadi kesenjangan. Maka jadikanlah rekomendasinya hanya sebagai rute, kamu berjalan sesuai dengannya atau tidak, itu pilihanmu. Yang terpenting bagimu adalah menjadikan Muqallibal Qulub sebagai sandaran utamamu, jangan lupakan untuk memohon kepada-Nya supaya merizkikanmu orang yang lebih baik daripada yang direkomendasikan orang lain bagimu. Belajarlah dari kisah seorang tabi’in yang bernama ‘Alqamah Radhiyallahu ‘Anhu wa Rahimah, Berkata Ibrahim:

ذَهَبَ عَلْقَمَةُ إِلَى الشَّأْمِ فَأَتَى الْمَسْجِدَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ فَقَالَ اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي جَلِيسًا فَقَعَدَ إِلَى أَبِي الدَّرْدَاءِ

“‘Alqamah pergi ke Syam lalu beliau datang ke masjid kemudian shalat dua raka’at, lalu beliau berdoa: “Ya Allah rizkikan teman untukku”. Diapun duduk di samping Abud Darda’.
Dalam suatu lafazh, berkata ‘Alqamah:

قَدِمْتُ الشَّأْمَ فَصَلَّيْتُ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ قُلْتُ: اللَّهُمَّ يَسِّرْ لِي جَلِيسًا صَالِحًا، فَأَتَيْتُ قَوْمًا فَجَلَسْتُ إِلَيْهِمْ، فَإِذَا شَيْخٌ قَدْ جَاءَ حَتَّى جَلَسَ إِلَى جَنْبِي، قُلْتُ: مَنْ هَذَا؟ قَالُوا: أَبُو الدَّرْدَاءِ. فَقُلْتُ: إِنِّي دَعَوْتُ اللَّهَ أَنْ يُيَسِّرَ لِي جَلِيسًا صَالِحًا فَيَسَّرَكَ لِي

“Aku datang ke Syam lalu aku shalat dua raka’at, kemudian aku berdoa: “Ya Allah mudahkanlah bagiku teman yang shalih”. Lalu aku datang ke suatu kaum, akupun duduk bersama mereka, tiba-tiba ada seorang Syaikh datang hingga duduk di sampingku. Aku bertanya: “Siapa ini? Orang-orang menjawab: “Beliau adalah Abud Darda’, akupun berkata: “Sungguh aku telah berdoa kepada Allah supaya memudahkan bagiku teman yang shalih maka Dia memudahkan bagiku berteman denganmu.”

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/8518