PUJIAN KE AHLI SYIRK TIDAKLAH MEMBERI MANFAAT KEPADA MEREKA

Kalau kita dipermasalahkan karena sempat memuji ahli syirk yang menampakkan keikhlasan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan dan ujian, maka jangan mengira bahwa kita tidak lagi menghukumi mereka sebagai ahli syirk, justru kita tetap menghukumi mereka sebagai ahli syirk sampai mereka bertaubat dan tidak lagi mencampur adukkan keikhlasan dengan kesyirikan, keimanan dengan kekafiran. Ingatlah perkataan Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ yang menyebutkan ahli syirk:

فَإِذَا رَكِبُوا۟ فِی ٱلۡفُلۡكِ دَعَوُا۟ ٱللَّهَ مُخۡلِصِینَ لَهُ ٱلدِّینَ فَلَمَّا نَجَّىٰهُمۡ إِلَى ٱلۡبَرِّ إِذَا هُمۡ یُشۡرِكُونَ

“Apabila mereka naik kapal maka mereka berdoa kepada Allâh dalam keadaan mengikhlaskan doa hanya kepada-Nya, namun tatkala Dia menyelamatkan mereka sampai ke daratan ternyata mereka masih berbuat syirik.” [Surat Al-Ankabt: 65].
Allâh ‘Azza wa Jalla menamai mereka mengikhlaskan doa saat menghadapi ujian, namun Dia tetap menamai mereka sebagai ahli syirk.

(Muhammad Al-Khidhir).

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/8701