ROMAWI MANA YANG AKAN SEMPAT BERSATU DENGAN UMAT MUSLIM?

Pertanyaan:
Ustâdz mau tanya tentang hadîts malhamah kubrâ Rûm yang mana nanti akan bergabung sementara dengan umat Muslim untuk memerangi orang-orang di belakang kalian?.

Jawaban:
Kita tidak dapat pastikan Romawi di negeri mana? Karena Romawi itu luas, ada Romawi Timur dan ada pula Romawi Barat. Dan yang jelasnya kaum Muslimîn akan sempat bersatu dengan Romawi, yakni yang beragama Nashârâ, berkata Nabî ‘Alaihish Shalâtu was Salâm:

سَتُصالِحُونَ الرُّومَ صُلْحًا آمِنًا، فَتَغْزُونَ أنْتُمْ وهُمْ عَدُوًّا من ورائِهِمْ، فَتَسْلَمُونَ وتَغْنَمُونَ، ثُمَّ تَنْزِلونَ بِمَرْجٍ ذِي تُلولٍ فَيَقُومُ رجلٌ مِنَ الرومِ فَيَرْفَعُ الصَّلِيبَ، ويقولُ: غَلَبَ الصَّلِيبُ، فَيَقُومُ إليهِ رجلٌ مِنَ المسلمينَ فَيَقْتُلُهُ، فيغدرُ القومُ، وتَكُونُ المَلاحِمُ

“Kalian akan benar-benar berdamai dengan orang Romawi sehingga kalian dan mereka akan menyerang musuh di belakang mereka, dan kalian akan berkebebasan dan mengambil rampasan. Kemudian kalian akan berkemah di padang Dzû Talûl (perbukitan berumput), lalu seorang pria Romawi bangkit sambil mengangkat Salîb, dan dia berkata: Salîb menang! Kemudian seorang laki-laki Muslim berdiri menemuinya lalu membunuhnya, kemudian suatu kaum berkhianat, dan terjadilah perang dahsyat.”

Beliau tanpa menyebutkan Romawi yang mana dan bangsa mana?!. Beliau hanya mensifati mereka sebagai pemuja salîb, karena memang mereka beragama Nashârâ.
Sebagian orang mengira bahwa Romawi yang dimaksud adalah Konstantinovel yang berada di Turki, padahal itu hanyalah suatu wilayah yang kebetulan ketika itu sebagai ibukota Romawi, sementara wilayah-wilayah Romawi sangatlah luas, mencakup Romawi Timur serta Romawi Barat, dan yang jelasnya bangsa Romawi yang akan bergabung adalah beragama Nashârâ, sebagaimana telah dikenal di zaman Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam tentang penamaan Romawi terkadang dinamai Nashârâ, berkata Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِي بِأَخْذِ الْقُرُونِ قَبْلَهَا، شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاع

“Tidak akan tegak hari kiamat hingga umatku mengikuti generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta.”
Ada yang bertanya kepada beliau:

يَا رَسُولَ اللَّهِ كَفَارِسَ وَالرُّومِ

“Wahai Rasûlullâh, apakah seperti Persia dan Romawi?.”
Beliau menjawab:

وَمَنِ النَّاسُ إِلاَّ أُولَئِكَ

“Siapa lagi kalau bukan mereka?!.”
Dalam lafazh lain, beliau berkata:

لَتَتْبَعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا شِبْرًا وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ، حَتَّى لَوْ دَخَلُوا جُحْرَ ضَبٍّ تَبِعْتُمُوهُمْ

“Sungguh kalian benar-benar akan mengikuti prilaku-prilaku orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, hingga seandainya mereka masuk ke lubang biawak maka tentu kalian akan mengikuti mereka.”
Para Shahabat bertanya:

يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى

“Wahai Rasûlullâh, apakah Yahûdî dan Nashârâ?.”
Beliau menjawab:

فَمَنْ

“Lalu siapa kalau bukan mereka?!.”

Dijawab oleh:
Muhammad Al-Khidhir pada hari Kamis, 27 Rajab 1445 / 8 Februari 2024 di Cipancur Klapanunggal Bogor.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/8724