YANG AKAN MENAKLUKKAN KONSTANTINOPEL
Pertanyaan:
Ustâdz mau tanya, sebagian fanatikus Muhammad Al-Fatîh mengatakan bahwa dia sebaik baik pemimpin karena menaklukan Konstantinopel, bagaimana tanggapan Ustâdz tentang para fanatikus itu?.
Jawaban:
Kalau mereka maksudkan sebaik-baik pemimpin dari kalangan Asy’ariyyah dan atau Mâturîdiyyah memang benar Sulthân Muhammad Al-Fatîh adalah orangnya, karena beliau dengan izin Allâh telah berhasil menaklukkan Konstantinovel. Dan perlu diketahui bahwa Konstantinopel yang ditaklukkan itu, hanyalah salah satu bagian atau wilayah Romawi dan itu berhasil ditaklukkan karena wilayah-wilayah Romawi telah berlepas dan membentuk negara-negara tersendiri.
Adapun Konstantinopel secara keseluruhannya, yakni meliputi wilayah-wilayah kekuasaannya baik disebut dengan bagian Romawi Barat ataupun bagian Romawi Timur maka keseluruhannya itu akan ditaklukkan oleh sebaik-baik pemimpin yang membawa sebaik-baik pasukan yaitu Imâm Al-Mahdî Muhammad bin ‘Abdillâh Radhiyallâhu ‘Anhum, sebagaimana yang diisyaratkan di dalam hadîts yang jayyid lagi hasan:
عُمْرَانُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ خَرَابُ يَثْرِبَ، وَخَرَابُ يَثْرِبَ خُرُوجُ الْمَلْحَمَةِ وَخُرُوجُ الْمَلْحَمَةِ فَتْحُ الْقُسْطَنْطِينِيَّة، وَفَتْحُ الْقُسْطَنْطِينِيَّة خُرُوجُ الدَّجَّالِ
“Kemakmuran Baitul Maqdis itu pada saat pengosongan Yatsrib, pengosongan Yatsrib itu pada saat terjadinya perang dunia besar-besaran, terjadinya perang dunia besar-besaran itu pada saat penaklukan Konstantinopel dan penaklukan Konstantinopel itu pada saat keluarnya Dajjâl.”
Orang-orang yang fanatik terhadap Sulthân Muhammad Al-Fatîh dari kalangan Mâturidîyyah dan Asy’ariyyah menganggap bahwa Sulthân Muhammad Al-Fatîh dan pasukannya yang dimaksudkan di dalam hadîts:
لَتُفْتَحَنَّ الْقُسْطَنْطِينِيَّةُ فَلَنِعْمَ الْأَمِيرُ أَمِيرُهَا وَلَنِعْمَ الْجَيْشُ ذَلِكَ الْجَيْشُ
“Akan ditaklukkan Konstantinopel, sebaik-baik pemimpin adalah pemimpin yang menaklukannya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan yang menaklukannya.”
Padahal hadîts tersebut adalah dha’îf, di dalam sanadnya ada seorang perawi yang majhûl, Al-Hâfizh Ibnu Hajar menyebutkan tentang perawi majhûl tersebut bahwa namanya tidak jelas, namanya disebut ‘Abdullâh bin Bisyr Al-Ghanawî, ada pula yang sebut dengan nama ‘Ubaidillâh, ada pula menyebutnya dengan ‘Ubaid, demikian pula penyebutan ayahnya berbeda-beda, disebut Bisyr, disebut Basyîr, demikian pula nisbat kepadanya tidak jelas. Oleh karenanya hadîts tersebut adalah hadîts dha’îf.
Kalau kemudian ada yang berpendapat secara makna adalah hasan shahîh atau matan hadîts memiliki pendukung maka kita katakan bahwa tidaklah ada suatu hadîtspun melainkan memperjelas yang dimaksud bukanlah Sulthân Muhammad Al-Fatîh bersama pasukannya, akan tetapi yang dimaksud adalah Imâm Al-Mahdî Muhammad bin ‘Abdillâh bersama pasukannya Radhiyallâhu ‘Anhum, merekalah yang akan menaklukkan Konstantinopel secara keseluruhan, di bagian baratnya yang disebut Romawi Barat ataupun di bagian timurnya yang disebut Romawi Timur, seluruhnya akan ditaklukkan oleh Imâm Al-Mahdî bersama pasukannya.
Dijawab oleh:
Muhammad Al-Khidhir pada malam Selasa, 3 Sya’bân 1445 / 12 Februari 2024 di Masjid Muti’ah, Kab. Bogor.