JANGAN PERNAH BENCI ORANG-ORANG MISKÎN YANG MENERIMA DAN MENGIKUTI DAKWAH NABÎ MUHAMMAD SHALLALLÂHU ‘ALAIHI WA SALLAM

Jika orang-orang berpaling dari kita karena kebanyakan orang yang ikut bersama kita adalah orang-orang miskîn maka barangkali mereka tidak ingin untuk bersama Nabiurrahmah Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, karena sungguh beliau mencintai orang-orang miskîn yang mengikuti dan menerima dakwahnya, beliau berharap dengan sebab itu, nanti di akhirat beliau tetap bersama mereka. Ibnu Mâjah di dalam “Sunan”nya dan ‘Abdu bin Humaid di dalam “Musnad”nya meriwayatkan suatu hadîts dari Abû Sa’îd Al-Khudrî bahwa Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam pernah berdoa:

 اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مِسْكِينًا وَأَمِتْنِي مِسْكِينًا وَاحْشُرْنِي فِي زُمْرَةِ الْمَسَاكِينِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Yâ Allâh hidupkanlah aku dalam keadaan miskîn, wafatkanlah aku dalam keadaan miskîn dan kumpulkanlah aku pada hari kiamat bersama golongan orang-orang miskîn.”
Di dalam “Sunan At-Tirmidzî” diriwayatkan bahwa ‘Âisyah Radhiyallâhu ‘Anhâ saat mendengarkan beliau berdoa seperti itu, beliau bertanya:

لِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ

“Kenapa wahai Rasûlullâh?.”
Beliau menjawab:

إِنَّهُمْ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ قَبْلَ أَغْنِيَائِهِمْ بِأَرْبَعِينَ خَرِيفًا، يَا عَائِشَةُ لَا تَرُدِّي الْمِسْكِينَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ، يَا عَائِشَةُ أَحِبِّي الْمَسَاكِينَ وَقَرِّبِيهِمْ فَإِنَّ اللَّهَ يُقَرِّبُكِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Sungguh mereka akan masuk Surga empat puluh tahun lebih dahulu dari pada orang-orang kaya, wahai ‘Âisyah jangan kamu tolak orang-orang miskín walaupun hanya dengan memberikan separuh dari sebutir kurma, wahai ‘Âisyah cintailah orang-orang miskîn dan dekatilah mereka karena Allâh akan mendekatimu pada hari kiamat.” 
Luar biasa Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam tinggal di rumah yang cukup sederhana, di sekitar rumah dan masjidnya terdapat puluhan orang-orang miskîn dari kalangan Ahlush Shufah, sebagian mereka tidak memiliki pakaian sama sekali kecuali hanya selembar sarung yang dikenakan untuk menutupi sebagian tubuh mereka dan mereka tidak makan kecuali hanya sehari sekali atau bahkan mereka melewati hari-hari selalu merasakan lapar. Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam selalu bersama mereka, tidak berpaling dari mereka dan beliau bersabar bersama mereka, Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ telah mengingatkan sebagaimana di dalam Al-Qur’ãn:

وَٱصۡبِرۡ نَفۡسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ رَبَّهُم بِٱلۡغَدَٰوةِ وَٱلۡعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجۡهَهُۥ ۖ وَلَا تَعۡدُ عَيۡنَاكَ عَنۡهُمۡ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلۡحَيَٰوةِ ٱلدُّنۡيَا ۖ وَلَا تُطِعۡ مَنۡ أَغۡفَلۡنَا قَلۡبَهُۥ عَن ذِكۡرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمۡرُهُۥ فُرُطًا

“Dan bersabarlah engkau (wahai Nabî) bersama orang yang menyeru Rabb mereka pada pagi dan sore hari dengan mengharap wajah-Nya dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia, janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami serta dia mengikuti hawa nafsunya dan keadaannya telah melampui batas.” (Al-Kahf: 28).

(Muhammad Al-Khidhir)

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/8806