AKIBAT BERPALING DARI HUJJAH

Orang-orang kalau sudah berpaling dari hujjah maka akan semakin sulit untuk dinasehati, sama saja mereka yang ‘awam ahli syirk atau ‘ulamâ’ mereka. Di sekitar kita kalau orang-orang ‘awam ahli syirk kita ajak mereka untuk shalat itu menang saja (yakni tidak ada respon sama sekali), paling di antara mereka jawabnya: “Kalau mau nanti datang sendiri ke masjid.” Bahkan sebagian mereka pernah curhat ke kita kalau banyak yang tidak bisa baca Al-Qur’ãn. Subhânallâh, padahal perintah membaca adalah kewajiban paling pertama yang Allâh ‘Azza wa Jalla perintahkan, berkata Allâh Jalla wa ‘Alâ:

ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِی خَلَقَ

“Bacalah dengan menyebut nama Rabbmu yang telah menciptakanmu.” [Surat Al-‘Alaq: 1].
Kita menawarkan ke mereka untuk mengajari mereka langsung tanpa meminta upah dari mereka dengan harapan supaya mereka bisa membaca Al-Qur’ãn, namun mereka tidak ada ketertarikan. Untuk bisa menyadarkan mereka, pernah dicoba berbagai macam cara dalam menasehati dan mendakwahi mereka, dengan pemberian pernah ada yang coba untuk menarik hati mereka ke dalam Islâm, dengan mengajak langsung, dengan menyontohkan dan atau berbagai upaya telah dicoba namun belum kunjung ada ketertarikan. Dengan keadaan mereka seperti itu, ‘ulamâ’ mereka tetap saja menganggap mereka sebagai ikhwah fid dîn, masih menamai mereka sebagai juhhâlul muslimîn, dan berbagai udzur diberikan ke mereka dengan tanpa mencoba terjun menyampaikan hujjah dan nashîhah kepada mereka, justru mereka sama-sama berpaling dari hujjah atau bahkan sama sikap dalam mentahdzîr manusia dari Ahli Tauhîd. Hujjah tidak membuat mereka untuk memperbaiki îmân mereka, justru menambah lari mereka dari hujjah. Yâ Allâh sungguh luar biasa kesabaran Rasûl-Mu Nûh ‘Alaihish Shalâtu was Salâm yang telah mengadu kepada-Mu:

قَالَ رَبِّ إِنِّی دَعَوۡتُ قَوۡمِی لَیۡلࣰا وَنَهَارࣰا * فَلَمۡ یَزِدۡهُمۡ دُعَاۤءِیۤ إِلَّا فِرَارࣰا

“Nûh berkata: Wahai Rabbku, sungguh aku telah menyeru kaumku siang dan malam, namun tidaklah seruanku menambah baik mereka melainkan justru mereka lari.” [Surat Nûh: 5-6].

( Muhammad Al-Khidhir, Jum’at 20 Sya’bân 1445 / 1 Maret 2024 di Jatinegara Jakarta ).

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/8838