KETERKAITAN PERBENDAHARAAN DENGAN IMAM AL-MAHDI
Adakah keterkaitan perbendaharaan yang dicari-cari itu dengan Imam Al-Mahdi?.
Dari Tsauban semoga Allah meridhainya, beliau berkata: Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:
«يَقْتَتِلُ عِنْدَ كَنْزِكُمْ ثَلَاثَةٌ، كُلُّهُمْ ابْنُ خَلِيفَةٍ، ثُمَّ لَا يَصِيرُ إِلَى وَاحِدٍ مِنْهُمْ، ثُمَّ تَطْلُعُ الرَّايَاتُ السُّودُ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ فَيَقْتُلُونَكُمْ قَتْلًا لَمْ يُقْتَلْهُ قَوْمٌ» ثُمَّ ذَكَرَ شَيْئًا لَا أَحْفَظُهُ فَقَالَ: «فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَبَايِعُوهُ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ، فَإِنَّهُ خَلِيفَةُ اللَّهِ الْمَهْدِيُّ»
“Akan berperang di dekat perbendaharaan kalian tiga orang, semua mereka adalah Ibnu Khalifah (para pangeran). Dan tidak seorangpun dari mereka yang akan mendapatkannya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah timur, mereka akan memerangi kalian dengan sebenar-benar peperangan yang belum pernah suatu kaum melakukannya. Jika kalian melihatnya, maka berbai’atlah kepadanya walaupun sambil merangkak di atas salju, karena sesungguhnya beliau adalah khalifah Allah Al-Mahdi.” Riwayat Ibnu Majah, Al-Hakim, Al-Baihaqi dan Al-Bazzar, beliau mengatakan: “Isnaduhu isnadun shahih”, demikian pula Ibnu Katsir mengatakan: “Wa Hadza isnadun qawiyyun shahih”.
Dalam menjelaskan hadits ini, sebagian ‘ulama seperti Ibnu Katsir Rahimahullah menyebutkan bahwa perbendaharaan tersebut adalah perbendaharaan Ka’bah, namun sebagian ulama mengatakan: Wafi hadza nazhar, dan yang benarnya itu bukan perbendaharaan Ka’bah namun perbendaharan yang ekonomi dunia saat ini bergantung padanya. Adapun perbendaharaan Ka’bah untuk mengeluarkannya tidak memerlukan pasukan besar dari para pendukung tiga pangeran tersebut, karena nanti juga dapat dikeluarkan oleh seseorang dari Habasyah yaitu Dzus Suwaqatain sebagaimana pada riwayat Abu Dawud dan Al-Hakim.
Tiga pangeran yang disebutkan tidak bisa mendapatkan perbendaharaan yang disebutkan, padahal mereka berpasukan dan berpengikut. Dari sini dapat diketahui bahwa perbendaharaan tersebut adalah penentu dan pendukung utama kekhalifahan, hanyalah Imam Al-Mahdi yang akan memperolehnya karena kunci perbendaharaan tersebut diberikan kepadanya yang dengannya beliau akan menjalankan kekhalifahan dengan baik sebagaimana yang disebutkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
«يَمْلأُ اْلأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا»
“Beliau akan memenuhi bumi dengan kebijaksanaan dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezhaliman dan kesewenang-wenangan.”
Beliau akan membagikan perbendaharaan itu hingga umat Islam sejahtera dan makmur, sampai tidak ada lagi yang membutuhkan sedekah, bahkan sedekah tidak akan ada lagi yang mau menerimanya, berkata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
«لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ فِيْكُمُ الْمَالُ، فَيَفِيضَ حَتَّى يُهِمَّ رَبَّ الْمَالِ مَنْ يَقْبَلُهُ مِنْهُ صَدَقَةً»
“Tidak akan tegak hari Kiamat hingga harta membanyak pada kalian, harta itu akan terus melimpah sehingga membingungkan pemiliknya siapakah yang mau menerima sedekah darinya.”
Dan perbendaharaan tersebut tidak ada pada pemimpi Muhammad Qasim, tidak ada pada Gang of Nine dan para konglomerat lainnya dan tidak pula ada pada para penguasa dunia yang saat ini berkuasa. Keberadaan perbendaharaan itu Allah rahasiakan sebagaimana merahasiakan hamba-Nya yang diberikan kunci perbendaharaan tersebut kepadanya, Wallahu A’lam wa Ahkam.
⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/10278