KEGEMILANGAN ISLAM AKAN NAMPAK KEMBALI
Pertanyaan:
Ustadz Muhammad Al-Khidhir semoga Allah menjaga Antum. Kapan kegemilangan Islam akan muncul kembali seperti pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam?. Apakah kita harus menunggu Imam Al-Mahdi keluar untuk melihat semua itu?. Ataukah sebelum Imam Al-Mahdi keluar akan nampak umat Islam dalam keadaan bersatu?. Bagaimana pendapat Antum mengenai hal ini?.
Jawaban:
Bukan suatu yang mustahil bagi Allah ‘Azza wa Jalla untuk memunculkannya kembali kejayaan Islam sebelum kemunculan Al-Mahdi, karena Allah ‘Azza wa Jalla telah katakan:
وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمۡ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَیَسۡتَخۡلِفَنَّهُمۡ فِی ٱلۡأَرۡضِ كَمَا ٱسۡتَخۡلَفَ ٱلَّذِینَ مِن قَبۡلِهِمۡ وَلَیُمَكِّنَنَّ لَهُمۡ دِینَهُمُ ٱلَّذِی ٱرۡتَضَىٰ لَهُمۡ وَلَیُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعۡدِ خَوۡفِهِمۡ أَمۡنࣰاۚ یَعۡبُدُونَنِی لَا یُشۡرِكُونَ بِی شَیۡـࣰٔاۚ وَمَن كَفَرَ بَعۡدَ ذَ ٰلِكَ فَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ هُمُ ٱلۡفَـٰسِقُونَ
“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh benar-benar akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan berkuasa orang-orang sebelum mereka, dan sungguh Dia akan meneguhkan agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka. Dan Dia benar-benar akan menggantikan bagi mereka dengan keamanan setelah rasa khawatir mereka, yaitu mereka yang beribadah kepada-Ku, mereka tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu apapun. Siapa yang kafir sesudah itu maka mereka itulah orang-orang fasik.” [Surat An-Nur: 55].
Telah terbukti dakwah Tauhid masih bisa tumbuh dengan sebab Al-Imam Muhammad bin ‘Abdil Wahhab Rahimahullah, hal itu karena beliau sejalan dengan amirnya Muhammad bin Su’ud Rahimahullah, tatkala amir bersama ‘alim sejalan, satu akidah dan sama-sama saling menguatkan dalam menegakkan Tauhid maka terwujudlah kegemilangan Islam.
Secara akal tidak akan mungkin muncul kerajaan berasaskan Tauhid di zaman itu, karena tantangan di saat itu sangat besar, dunia dikuasai oleh hukum buatan Genghis Khan yang telah menciptakan yassa sebagai kitab paling mereka agungkan dan sangat mereka hormati. Setelah dinasti yang didirikan oleh Genghis Khan itu runtuh, maka hukum buatan itu tetap diterapkan dan dikembangkan di berbagai negara dengan nama sesuai penamaan masing-masing negara, di Belanda dinamai Wetboek van Strafrecht (WvS), yang kemudian di Indonesia dinamai kitab undang-undang hukum pidana (KUHP).
Setelah kemunculan Genghis Khan dengan kekuasaannya yang sangat luas, teranggap dia sebagai penguasa dunia, orang-orang mengira tidak akan lagi muncul kegemilangan Islam kecuali di zaman Al-Mahdi, Alhamdulillah ternyata masih ada kegemilangan yang muncul dengan sebab Al-Imam Ibnu ‘Abdil Wahhab dan amirnya Ibnu Su’ud Rahmatullah ‘Alaina wa ‘Alaihima.
Sungguh luar biasa hebat awal pembicaraan keduanya, saat Ibnu ‘Abdil Wahhab datang ke rumah Ibnu Su’ud maka Ibnu Su’ud mengatakan kepada Ibnu ‘Abdil Wahhab:
أبشر ببلاد خير من بلادك، وأبشر بالعز والمنعة
“Bergembiralah di negeri yang lebih baik dari negerimu, bergembiralah dengan kemuliaan dan kekuatan.”
Maka Ibnu ‘Abdil Wahhab berkata kepada Ibnu Su’ud:
وأنا أبشرك بالعز والتمكين، وهذه كلمة لا إله إلا الله، من تمسك بها وعمل بها ونصرها مَلك بها البلاد والعباد
“Dan aku akan memberimu kabar gembira dengan kemuliaan dan kekokohan kedudukan, ini adalah kalimat La Ila Illallah. Siapa yang Berpegang teguh kepadanya, beramal dengannya dan menolongnya maka dengannya dia akan menguasai berbagai negeri dan para hamba.”
Kita yakin bahwa kegemilangan Islam akan ada lagi meskipun tidak seperti di zaman Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan di zaman khulafa’ rasyidin atau di zaman Amirul Mu’minin ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz Radhiyallahu ‘Anhum, meskipun kegemilangan itu hanya terjadi di suatu negeri tertentu atau bahkan hanya di suatu kelompok yang terus menerus memperjuangkan kebenaran hingga puncak kegemilangan Islam itu benar-benar akan terwujud di zaman Imam Al-Mahdi nanti, berkata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَقُولُ: أَمِيرُهُمْ تَعَالَ صَلِّ لَنَا. فَيَقُولُ: لاَ. إِنَّ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ أُمَرَاءُ. تَكْرِمَةَ اللَّهِ هَذِهِ الأُمَّةَ
“Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku, mereka berperang di atas kebenaran, mereka senantiasa nampak sampai hari kiamat. Kemudian turun ‘Isa bin Maryam Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam lalu pemimpin mereka (Imam Al-Mahdi) berkata: “Kemarilah (wahai ‘Isa) untuk mengimami kami shalat.” Beliau berkata: “Tidak, sungguh sebagian kalian atas sebagian yang lain adalah para pemimpin. Sebagai pemuliaan dari Allah kepada umat ini.” Riwayat Muslim.
Dijawab oleh:
Muhammad Al-Khidhir.