BEDA ORANG MUSYRIK ZAMAN SEKARANG DENGAN ORANG MUSYRIK ZAMAN DAHULU

Pertanyaan:
Apa benar bahwa keadaan umat yang berbuat syirik zaman sekarang tidak bisa disamakan dengan orang-orang jahiliyyah, karena mereka memang tidak bertauhid, beda dengan umat sekarang masih bertauhid?.

Jawaban:
Jangan pernah mengira bahwa orang-orang jahiliyyah dahulu hanya berbuat syirik saja, justru mereka juga bertauhid, hanya saja mereka mencampuradukkannya dengan kesyirikan. Oleh karena itu berkata Syaikhul Islam Muhammad bin ‘Abdil Wahhab semoga Allah merahmatinya:

أن مشركي زماننا أغلظ شركًا من الأولين؛ لأن الأولين يشركون في الرخاء ويخلصون في الشدة، ومشركو زماننا شركهم دائمًا في الرخاء والشدة

“Sungguh orang-orang musyrik zaman kita ini lebih parah kesyirikan mereka daripada orang-orang musyik zaman dahulu, karena sungguh orang-orang musyrik zaman dahulu berbuat syirik saat lapang dan memurnikan ibadah saat genting, dan orang-orang musyrik zaman kita ini, kesyirikan mereka terus menerus di saat lapang dan genting.”
Pada awal-awal Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam mendakwahkan pemurnian Tauhid, saat beliau membacakan surat An-Najm lalu sampai ayat sajadah, beliaupun sujud maka orang-orang yang mendengarkan bacaan beliau baik orang-orang Muslim maupun orang-orang musyrik ikut pula sujud, berkata ‘Abdullah bin ‘Abbas semoga Allah meridhai keduanya:

أنَّ النبيَّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ سَجَدَ بالنَّجْمِ، وسَجَدَ معهُ المُسْلِمُونَ والمُشْرِكُونَ والجِنُّ والإِنْسُ

“Bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sujud saat membaca surat An-Najmi, lalu sujudlah bersamanya orang-orang Muslim dan orang-orang musyrik, jin dan manusia.” [Riwayat Al-Bukhari].
Sujud yang mereka lakukan ini kepada Allah Ta’ala, mereka sujud karena Allah perintahkan:

فَٱسۡجُدُوا۟ لِلَّهِ وَٱعۡبُدُوا۟

“Maka sujudlah kalian kepada Allah dan beribadahlah kalian.” [Surat An-Najm: 62].
Merekapun sujud kepada-Nya sebagai bentuk mentauhidkan-Nya, namun sujudnya orang-orang musyrik kepada Allah tidaklah bermanfaat bagi mereka karena mereka tidak bertaubat dari kesyirikan, berbeda dengan sujudnya para penyihir Fir’aun, mereka sujud hanya sekali namun bermanfaat bagi mereka, karena mereka bertaubat dari kesyirikan, berkata Ahli Tafsir:

إن سحرة فرعون كانوا كفروا خمسين سنة فغفر لهم بإقرار واحد وبسجدة

“Sungguh para penyihir Fir’aun keberadaan mereka itu kafir selama lima puluh tahun lalu diberi ampunan kepada mereka dengan sebab sekali berikrar dan sekali sujud.”
Dan memperjelas lagi bahwa orang-orang musyrik jahiliyyah pada suatu keadaan yang genting benar-benar mentauhidkan Allah dengan berdo’a hanya kepada-Nya, berkata Allah Subhanahu wa Ta’ala:

فَإِذَا رَكِبُوا۟ فِی ٱلۡفُلۡكِ دَعَوُا۟ ٱللَّهَ مُخۡلِصِینَ لَهُ ٱلدِّینَ فَلَمَّا نَجَّىٰهُمۡ إِلَى ٱلۡبَرِّ إِذَا هُمۡ یُشۡرِكُونَ

“Jika mereka naik kapal maka mereka berdo’a kepada Allah dalam keadaan memurnikan do’a hanya kepada kepada-Nya. Tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai kedaratan ternyata mereka kembali berbuat syirik.” [Surat Al-Ankabut: 65].
Ini menunjukkan kalau mereka memang bertauhid pula hanya saja tidak bermanfaat Tauhid mereka dan mereka tidak dianggap sebagai orang-orang Muslim karena mereka mencampuradukkan Tauhid dengan syirik, jadilah mereka tidak mendapatkan jaminan keamanan dan keselamatan, berkata Allah Ta’ala:

ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَلَمۡ یَلۡبِسُوۤا۟ إِیمَـٰنَهُم بِظُلۡمٍ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ لَهُمُ ٱلۡأَمۡنُ وَهُم مُّهۡتَدُونَ

“Orang-orang beriman yang tidak mencampuradukkan keimanan mereka dengan kesyirikan, bagi mereka itulah keamanan dan mereka mendapatkan petunjuk.” [Surat Al-An’am: 82].

[Muhammad Al-Khidhir].

⛵ https://t.me/majaalisalkhidhir/10974