AL-MAHDI BURONAN KAUM YAHUDI

Pertanyaan:
Adanya seorang ikhwan yang memboyong keluarganya ke Gaza (Gerakan Akhir Zaman) untuk siap-siap menyambut seruan Muhammad Qosim Pakistan yang diklaim sebagai calon Imam Al-Mahdi, dia beralasan karena mendapati banyak perselisihan di kalangan yang menyerukan Tauhid. Memang boleh berasalan dengan perselisihan itu lalu gabung dengan jama’ah yang tidak jelas manhajnya?.

Jawaban:
Siapa yang tidak jujur maka dia akan dikumpulkan dengan yang semisalnya, orang kalau merasa sebagai pengikut manhaj Salaf maka pasti sejak awal pencariannya terhadap manhaj Salaf sudah berhadapan dengan perselisihan yang banyak. Dan harus diketahui bahwa Muhammad bin ‘Abdillah sebelum menjadi Al-Mahdi adalah seorang awam dari kalangan Muwahhidin, awam dalam artian bukan thalib dan bukan pula ‘alim, akan tetapi istiqamah dalam menjaga kewajiban-kewajiban yang kaum Muslimin telah bersepakat tentang kewajiban-kewajiban tersebut, beliau tidak membuat gambaran nanti akan diperbarui dalam semalam baru akan jaga shalat, beliau juga tidak sibuk berdakwah karena tahu kapasitas dirinya sebagai awam, beliau tidak sibuk mencari pengikut dan menjadi penyiar ke sana ke mari, karena belum tahu dirinya dan juga belum diperbaharui, beliau berbaur dengan umumnya kaum Muslimin, setelah diperbaharui dalam semalam baru beliau mendapati dirinya lain dari sebelumnya, beliau mendapatkan karamah yang luar biasa dan beliau pun belum tahu kalau dirinya Al-Mahdi hingga seorang ‘alim muwahhid yang memberi tabsyir kepadanya dan menyebutkannya sebagai Al-Mahdi, sebagaimana keadaannya seperti keadaan Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dahulu. Di saat itulah baru beliau mulai berdakwah dan menyampaikan kebenaran hingga diikuti.
Adapun orang-orang yang mengakui Muhammad Qosim Pakistan sebagai calon Imam Al-Mahdi maka hakekatnya mereka adalah orang-orang tertipu yang lebih bodoh daripada umat kristiani, mereka jadi tertawaan orang-orang yahudi. Jangan mengira orang-orang yahudi tidak paham tentang Imam Al-Mahdi, justru mereka sangat paham ciri-ciri Imam Al-Mahdi, bagi mereka Imam Al-Mahdi adalah buronan yang harus dibunuh, mereka membuat dan memasarkan alat DNA serta menelusuri dan mencari jejak tentang anak-anak keturunan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam karena mereka sedang mencari Imam Al-Mahdi, jika mereka ketahui maka pasti mereka akan membunuhnya. Di samping itu mereka mengabaikan dan membiarkan sebagian orang yang mengaku-ngaku sebagai keturunan Nabi atau bahkan sebagian orang-orang yahudi bersengaja mengaku sebagai keturunan Nabi sebagaimana yang pernah terjadi pada Al-‘Ubaidiyyun yang kemudian memunculkan bid’ah maulid Nabi, dengan cara mereka itu akan lebih mudah membingungkan hingga dapat menyesatkan umat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Bagi mereka Muhammad Qosim Pakistan dan sebagian orang-orang yang mengaku-ngaku sebagai keturunan Nabi hanyalah sampah karena itu bukan target mereka, itu hanya sandiwara dan upaya menciptakan pengaburan di dalam dunia Islam, target utama mereka hanyalah orang yang satu tadi, yaitu Muhammad bin ‘Abdillah makanya Allah tidak nampakkan, Allah tutupi hingga nanti sudah saatnya baru Allah akan nampakkan setelah memperbaharuinya dalam semalam dan di saat itulah baru menyebar luas berita tentang beliau.

[Muhammad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiyallahu Anhu].

⛵️ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/114