MADAKHILAH, HAJAWIRAH DAN RAHAWILAH SATU ALIRAN BEDA MANHAJ

Pertanyaan tentang perbedaan antara madakhilah, hajawirah dan rahawilah telah kita terangkan dalam suatu jalsah, hakekatnya mereka sama pada perkara ushuluddin yaitu ‘adzirun, gambaran mereka kalau takfir mu’ayyan diterapkan dan orang yang melakukan kesyirikan atau kekafiran akbar dinyatakan kafir musyrik maka bisa-bisa semua kafir, bahkan orang tua atau kerabat-kerabat kafir semua kata mereka. Alhamdulillah sudah sering kita katakan bahwa seseorang itu dihukumi sesuai yang zhahirnya, Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam menghukumi ayah ibunya sesuai yang zhahir, karena keduanya tidak mengikuti dakwah Zaid bin ‘Amr bin Nufail, keduanya tidak mengikuti dakwah Waraqah bin Naufal dan keduanya lebih memilih bertahan di atas agama nenek moyang mereka. Nabiurrahmah ‘Alaihish Shalatu was Salam menganggap keduanya sama dengan pamannya Abu Thalib yang lebih memilih agama nenek moyang daripada agama para Nabi ‘Alaihimush Shalatu was Salam:

آخِرَ مَا كَلَّمَهُمْ هُوَ عَلَى مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ

“Akhir dari apa yang dia katakan kepada mereka adalah di atas agama ‘Abdul Muththalib.” Demikianlah keadaan Abu Thalib.
Dan ketiga jaringan yang disebutkan tersebut kesamaan mereka adalah ‘adzirun, mereka menganggap meskipun orang-orang yang mengaku Muslim itu membatalkan keislaman mereka terang-terangan selama mereka bodoh maka tidak akan mempengaruhi keislaman dan keimanan mereka, dalam artian mereka tetap sesuai pengakuan mereka sebagai orang-orang Muslim, inilah kesamaan pada tiga jaringan tersebut. Adapun kalau berbicara tentang perbedaan mereka maka perbedaan mereka pada perkara manhaj, karena masing-masing mereka memiliki manhaj tersendiri, manhaj mereka berbeda-beda. Maka dari itu tidak pernah didapati mereka bersatu, kalau pun mereka bersatu maka tidak pernah lama, mereka akan berpecah belah kembali pada perkara yang mereka namai manhaj. Keadaan mereka seperti keadaan orang-orang yang mereka beri udzur yang kita telah diperintah untuk tidak seperti mereka:

وَلَا تَكُونُوا۟ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِینَ * مِنَ ٱلَّذِینَ فَرَّقُوا۟ دِینَهُمۡ وَكَانُوا۟ شِیَعࣰاۖ كُلُّ حِزۡبِۭ بِمَا لَدَیۡهِمۡ فَرِحُونَ

“Janganlah keberadaan kalian seperti orang-orang yang berbuat syirik, yaitu orang-orang yang berpecah belah pada agama mereka dalam keadaan mereka beraliran-aliran. Setiap kelompok bangga dengan apa yang yang ada pada mereka.” [Surat Ar-Rum: 31-32].

[Muhammad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu].

⛵ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/148