HATI-HATI DARI DANA UMAT

Pertanyaan:
Apakah dibetulkan alasan mendirikan yayasan supaya dana-dana yang banyak jelas laporan pemasukan dan pengeluarannya, karena kalau tanpa yayasan dana-dana akan masuk ke kantong pribadi?.

Jawaban:
Yang membuat yayasan memiliki beberapa alasan, di antara mereka beralasan supaya resmi, supaya diakui, supaya tidak dikuasai suatu pihak dan adapula supaya mendapatkan dana dari pemerintah. Adapun kalau masalah laporan pemasukan dan pengeluaran dijadikan alasan maka itu seolah-olah mengesankan yang tidak beryayasan tidak jelas penggunaan dananya, yang pernah disampaikan ke kita dari salah seorang da’i yayasan bahwa mereka membuat yayasan supaya tidak seperti ustadz fulan yang merupakan syaikh mereka, dana forum, dana dakwah, dana jihad dan dana-dana lainnya masuk di rekening pribadinya, tidak jelas kata mereka, semoga Allah merahmati syaikh mereka tersebut. Itu seakan-akan membuat kesimpulan kalau tanpa yayasan maka dana-dana akan masuk ke kantong pribadi, padahal perkaranya dapat kita simpulkan bahwa urusan dana itu semuanya kembali kepada kepengurusan, jika pengurus memiliki sifat khasyah maka akan sangat berhati-hati dengannya, pengurus yayasan, takmir atau pun panitia sangat memerlukan kekhasyahan.
Dan kita sendiri tidak ingin membuat yayasan karena adanya berbagai aturan atau undang-undang yang berlaku padanya yang mengkhawatirkan, apalagi mengakuinya di bawah ideologi atau naungannya. Itu yang paling kita khawatirkan melebihi kekhawatiran ketika kita diberi dana untuk urusan dakwah atau kepentingan umat. Makanya di saat kita diberi, kita tidak ingin berlama-lama menyimpan dana seperti itu, meskipun itu hanya Rp. 30.000 (tiga puluh ribu rupiah) kita akan segera gunakan untuk kepentingan dakwah yang senilai itu, apalagi kalau dana di atas itu, ratusan ribu, jutaan atau puluhan juta. Bagi kita, itu akan menjadi fitnah jika tidak disegerakan mempergunakannya di jalan Allah dan kita tidak ingin membiarkannya di rekening bank, karena rekening itu bukan untuk menyimpan atau menabung, kita gunakan hanya sarana transaksi jual beli. Dan pernah ada dana masuk ke rekening kita beberapa juta, dan kita tidak diberitahu oleh pengirimnya selama berpekan-pekan, kita mengira itu mungkin infak dari orang yang tidak ingin diketahui, kita pun gunakan untuk kebutuhan dakwah, setelah mempergunakan seluruhnya, tiba-tiba pengirim memberitahu bahwa ia beberapa pekan lalu transfer uang untuk keluarganya lalu kirimkan bukti transfernya. Kita pun berkewajiban untuk menggantinya, pada bulan depannya baru kita bisa menggantinya Walhamdulillah.

⛵ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/231