KEUTAMAAN DOSA ORANG BERMANHAJ SALAF
Pertanyaan:
Ditanyakan kepada Ustadz, ada teman saya suka sekali bersedekah, tapi dia banyak bersedekah ke komunitas majlis Rasulullah atau ke komunitas pecinta habaib. Kalau diberitahu bersedekah juga ke komunitas Salafi, jawabnya: Kalau serahkan zakat dan sedekah ke kaum Salafi paling doanya ke kita hanya Jazallah khair dan Barakallah, coba ke habaib doanya banyak sekali. Bagaimana menjawabnya Ustadz?.
Jawaban:
Orang seperti itu kadang kita dapati masih belum tahu hakekatnya, kadang di antara mereka senang dengan doa panjang, saat didoakan sangat senang, lanjutan aminnya pun berentet terucapkan, hanya saja banyak kita dapati tidak memahami makna dan kandungan doa. Kita sayangkan sekali jika ada kesimpulan seperti yang disebutkan pada pertanyaan, andaikan mereka mengetahui hakekat dari ucapan kita dan saudara-saudari kita yang bermanhaj Salaf Jazakumullahu khairan wa Barakallahu fikum (semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan dan semoga Allah memberkahi kalian) maka pasti mereka akan sangat bergembira dengan ucapan tersebut. Betapa benar apa yang dikatakan oleh Amirul Mu’minin ‘Umar Al-Faruq Radhiyallahu ‘Anhu:
لَو يَعلَمُ أَحَدكُم مَا لَه فِي قَولِه لِأخِيهِ: جَزاكَ اللهُ خَيرًا، لَأَكثَرَ مِنها بَعضُكُم لِبَعضٍ
“Kalau salah seorang di antara kalian mengetahui apa yang ada pada ucapannya kepada saudaranya Jazakallahu Khairan (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan) maka pasti akan sering-sering sebagian kalian mengucapkannya kepada sebagian yang lain.”
Beliau katakan demikian karena ucapan itu merupakan puncaknya ucapan terima kasih, berkata Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam:
مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ فَقَالَ لِفَاعِلِهِ: جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ فِي الثَّنَاءِ
“Barangsiapa dibuatkan untuknya suatu kebaikan lalu dia berucap kepada yang membuatnya: Jazakallahu khairan (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan) maka sungguh dia telah membalas dengan puncaknya ucapan terima kasih.”
Sebagian orang kadang menambah lafazh dengan tambahan Jazakallahu alfa khair (semoga Allah membalasmu dengan seribu kebaikan) justru ini mengurangi makna dan hakekat doa, karena dia membatasi dengan seribu, sementara lafazh khairan (kebaikan) ini umum, tidak terbatasi dan tidak terhingga. Betapa banyak orang setelah diucapkan doa Jazakallahu khairan setelah itu mereka mendapatkan suatu kebaikan kemudian kebaikan yang lainnya, kadang mereka mengira itu secara tiba-tiba, padahal bisa jadi itu karena ucapan doa dari orang yang mengucapkan Jazakallahu khairan kepadanya.
[Abu Ahmad Muhammad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu].
⛵️ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/266
⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/11239