KHABAR YANG BERBENTUK SYIBHUL JUMLAH
Pertanyaan:
Kenapa kata غَدًا di kalimat السَّفَرُ غَدًا termasuk khabar syibhul jumlah? Apa khabar syibhul jumlah tidak harus terdiri lebih dari satu kata?.
Jawaban:
Khabar yang berbentuk syibhul jumlah tidak harus lebih satu kata, kalau pun dikatakan dua kata maka salah satunya adalah huruf jar, seperti pada contoh:
السَّفَرُ غَدًا
“Bepergian jauh besok.”
Pada kata غَدًا ini nampaknya satu kata, hanya saja hakekatnya ada dua kata yaitu غَدًا dan huruf jar فِي yang terkandung padanya, karena zharaf seperti kata غَدًا ini kerkandung kata فِي padanya, jadi makna dari kalimat:
السَّفَرُ غَدًا
“Bepergian jauh besok” adalah:
السَّفَرُ فٍي غَدٍ
“Bepergian jauh di hari besok.”
Dan khabar berbentuk syibhul jumlah ini sesuai pendapat Asy-Syaikh Ibnu Ajurrum dan yang semadzhab dengannya, adapun menurut jumhur maka khabarnya bukan zharaf dan bukan pula jar wa majrur namun khabarnya dihapus, menurut mereka adalah:
السَّفَرُ كَائِنٌ غَدًا
“Bepergian jauh terlaksana besok.”
Lalu khabar dihapus, sedangkan syibhul jumlah yakni غَدًا itu bukan khabar hanya saja itu berkaitan dengan khabar yang dihapus yaitu كَائِنٌ.