BEGINILAH MODEL PENYEMBAHAN MEREKA KEPADA FIR’AUN

Pertanyaan:
Benarkah Ustadz kalau ‘ulama musyrikin sekarang ini melarang mengibadahi patung-patung dan benda-benda mati tapi mengajak mengibadahi orang-orang hidup yang berwatak Fir’aun?.

Jawaban:
Tatkala manusia tidak mengenal lawan Tauhid yang sesungguhnya maka mereka akan terjatuh kepadanya, pada akhir zaman ini banyak dari orang yang disebut ‘ulama akan tetapi hanya mengetahui kesyirikan pada peribadahan berupa sujud kepada selain Allah. Andaikan mereka melihat keadaan di zaman Fir’aun maka akan menjadi syubhat bagi mereka, karena pada saat itu sujud kepada ‘Aziz Mesir (raja Mesir) masih teranggap boleh menurut syari’at terdahulu. Lalu dalam bentuk apa penduduk Mesir menyekutukan Allah dengan Fir’aun?. Ketahuilah Arsyadakallahu Litha’atih, bahwa penyekutuan mereka kepada Allah adalah dengan menjadikan Fir’aun sebagai pembuat hukum, dia mengakui bahwa dirinya dan hukum buatannya lebih baik daripada hukum yang dibawa oleh Musa dari Rabbnya:

أَمۡ أَنَا۠ خَیۡرࣱ مِّنۡ هَـٰذَا ٱلَّذِی هُوَ مَهِینࣱ وَلَا یَكَادُ یُبِینُ

“Bukankah aku lebih baik dari Musa ini, yang dia adalah orang hina dan hampir tidak dapat menjelaskan (perkataan yang dia ucapkan)?”. [Surat Az-Zukhruf: 52].
Mereka menyembahnya dengan bentuk mematuhi dan menaatinya pada segala keputusannya, mereka menjadikannya sebagai ilah sebagaimana yang dia akui sendiri tentang dirinya:

وَقَالَ فِرۡعَوۡنُ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلۡمَلَأُ مَا عَلِمۡتُ لَكُم مِّنۡ إِلَـٰهٍ غَیۡرِی

“Fir’aun mengatakan: Wahai para pembesar kaumku, aku tidak mengetahui bagi kalian ada ilah (sesembahan) selainku.” [Surat Al-Qashash: 38].
Dan itu teranggap sebagai kepfir (keputusan Fir’aun) yang seketika menjadi peraturan perundang-undangannya yang mengharuskan semua orang yang ada di wilayah kekuasaannya untuk tunduk padanya dan kaumnya pun mematuhi dan menaatinya. Inilah kesyirikan mereka yang Allah Ta’ala telah terangkan:

فَٱسۡتَخَفَّ قَوۡمَهُۥ فَأَطَاعُوهُۚ إِنَّهُمۡ كَانُوا۟ قَوۡمࣰا فَـٰسِقِینَ

“Lalu dengan keputusannya yang telah mempengaruhi kaumnya itu, mereka pun mematuhinya. Sungguh mereka adalah kaum yang fasik.” [Surat Az-Zukhruf: 54].
Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah menerangkan kesyirikan semacam ini kepada ‘Adi bin Hatim Radhiyallahu ‘Anhu, di saat beliau membacakan kepadanya ayat:

ٱتَّخَذُوۤا۟ أَحۡبَارَهُمۡ وَرُهۡبَـٰنَهُمۡ أَرۡبَابࣰا مِّن دُونِ ٱللَّهِ وَٱلۡمَسِیحَ ٱبۡنَ مَرۡیَمَ وَمَاۤ أُمِرُوۤا۟ إِلَّا لِیَعۡبُدُوۤا۟ إِلَـٰهࣰا وَ ٰ⁠حِدࣰاۖ لَّاۤ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَۚ سُبۡحَـٰنَهُۥ عَمَّا یُشۡرِكُونَ

“Mereka menjadikan orang-orang alim mereka, rahib-rahib mereka dan Al-Masih putra Maryam sebagai rabb (tuhan) selain Allah, padahal mereka hanya disuruh menyembah Ilah (Sesembahan Yang Maha Satu); tidak ada ilah selain Dia. Maha Suci Dia dari apa yang mereka persekutukan.” [Surat At-Taubah: 31].
Berkata ‘Adi Radhiyallahu ‘Anhu:

إنَّا لسنا نعبدُهم

“Sungguh kami tidak menyembah mereka.”
Maka beliau berkata kepadanya:

أليسَ يحرمونَ ما أحلَّ اللهُ فتحرِّمونَه، ويحلُّونَ ما حرَّمَ اللهُ فتحلُّونَه

“Bukankah para alim mereka dan rahib-rahib mereka mengharamkan apa-apa yang Allah halalkan maka mereka mengharamkannya dan menghalalkan apa-apa yang Allah haramkan maka mereka menghalalkannya?.”
‘Adi Radhiyallahu Anhu menjawab: “Bala (iya, benar).”
Beliau berkata:

فتلك عبادتُهم

“Maka itulah peribadahan kepada mereka.”
Adapun keberadaan ‘ulama musyrikin maka sangatlah nyata di akhir zaman ini, mereka patuh dan taat terhadap hukum yang diputuskan oleh orang yang menguasai mereka, jika melarang dari menyebut pelaku syirik akbar sebagai kafir musyrik maka mereka mendukungnya hingga memaksakan menamainya sebagai Muslim atau ditambah dengan jahil, atau kalau orang yang menguasai mereka mengolok-olok Al-Qur’an sampai menamainya porno maka mereka tetap menganggapnya sebagai waliu amri mereka, siapa yang tidak mematuhi dan menaati keputusan-keputusannya maka mereka anggap sebagai orang yang keluar dari jama’ah dan tidak segan-segan mereka menamainya sebagai seorang khawarij, Wallahul Musta’an.

[Abu Ahmad Al-Khidhir].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/2253