WAKTU MENGELUARKAN ZAKAT FITHRAH
Pertanyaan:
Zakat fithrah apakah boleh ditunaikan sejak awal bulan Ramadhan atau wajib sehari atau dua hari sebelum ‘idul fithri?.
Jawaban:
Boleh bagi seseorang mengeluarkan zakatnya pada awal bulan Ramadhan, sebagaimana telah berpendapat dengannya Al-Imam Asy-Syafi’i Rahmatullah ‘Alaina wa ‘Alaih, beliau berkata:
يَجوز مِن أوَّل شَهر رمَضانَ لأن سَبَب الصدقَة الصومُ والفِطرُ عَنه، فإذا وُجد أحدُ السبَبين جاز تعجِيلها
“Boleh mengeluarkan zakat fithrah di awal bulan Ramadhan, karena sebab zakat fithrah adalah puasa dan berbuka puasa. Tatkala didapati salah satu dari dua sebab maka boleh untuk menyegerakannya.”
Sungguh jelas apa yang beliau katakan bahwa mengeluarkan zakat fithrah di awal Ramadhan sudah teranggap sah, karena penamaan zakat tersebut tidak hanya dinamai zakat fithrah yaitu penyandaran kepada ‘idul fithri sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian ahlul ‘ilmi. Namun juga dinamai zakat Ramadhan, sebagaimana telah menamainya para Salaf, berkata Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘Anhuma:
فرضَ رسولُ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ علَيهِ وسلَّمَ زَكاةَ رمضانَ على الحُرِّ والعبدِ والذَّكرِ والأُنثى
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah mewajibkan zakat Ramadhan atas orang merdeka dan hamba sahaya, atas laki-laki dan perempuan.”
Dan diperjelas penyebutannya di dalam “Ash-Shahih” dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, beliau katakan:
وَكَّلَنِي رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ بحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menugaskanku untuk menjaga zakat Ramadhan.”
Dan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu ditugaskan untuk menjaga zakat fithrah, ini menunjukkan kalau sudah ada zakat yang diserahkan oleh orang-orang kepada amil zakat dan Abu Hurairah termasuk yang ditugaskan untuk menjaganya. Dan sebelum tiga malam berturut-turut itu sudah ada zakat yang diserahkan hingga beliau menjaganya, kemudian pada tiga malam berturut-turut ada orang datang ingin mencuri zakat. Dari sini dapat dipahami kalau sebagian kaum Muslimin sudah mengeluarkan zakat mereka sebelum tiga hari menjelang ‘idul fithri, ini sebagai dalil kebolehan dan kesahan mengeluarkannya sebelum tiga hari ‘idul fithri. Adapun apa yang dikatakan oleh Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘Anhuma:
وَكانوا يُعطُون قَبل الفِطر بِيَومٍ أو يَومَينِ
“Dan dahulu para Shahabat memberikan zakat mereka sehari atau dua hari sebelum ‘idul fithri.”
Maka ini menunjukkan keutamaan bukanlah pembatasan waktu hanya boleh atau sah dikeluarkan sehari atau dua hari sebelum ‘idul fithri, karena pada hari ‘idul fithri sebelum shalat ‘idul fithri itu masih teranggap waktu mengeluarkan zakat, berkata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
مَن أداها قبلَ الصَّلاة فَهيَ زَكاة مَقبولةٌ
“Siapa yang mengeluarkan zakatnya sebelum shalat ‘idul fithri maka zakatnya itu adalah zakat yang diterima.”
Ini sebagai penjelas waktu terakhir mengeluarkan zakat fitrah adalah hari ‘idul fithri sebelum shalat ‘idul fithri. Sedangkan waktu awal yang dibolehkan untuk mengeluarkannya adalah awal bulan Ramadhan sebagaimana telah berpendapat dengannya Al-Imam Asy-Syafi’i Rahmatullah ‘Alaina wa ‘Alaih.
[Muhammad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu].
⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/11721
⛵ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/588