ALLAH YANG AKAN MENGGANTI DENGAN YANG LEBIH BAIK

Pertanyaan:
Nasehatnya Ustadz ketika memiliki teman berpaling tidak mau membantu dan ta’awun di dalam menyebarkan dakwah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala?.

Jawaban:
Dakwah adalah milik Allah ‘Azza wa Jalla, orang berpaling dan tidak mau berta’awun dalam urusan dakwah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala maka itu pilihannya, sama sekali tidak akan merugikan Allah dan tidak akan mengurangi kelebihan dan kekayaan Allah Jalla wa ‘Ala:

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلنَّاسُ أَنتُمُ ٱلۡفُقَرَاۤءُ إِلَى ٱللَّهِۖ وَٱللَّهُ هُوَ ٱلۡغَنِیُّ ٱلۡحَمِیدُ

“Wahai manusia, kalian adalah fuqara’ (orang-orang miskin yang butuh) kepada Allah, dan Allah adalah Al-Ghani (Maha Kaya) lagi Al-Hamid (Maha Terpuji).” [Surat Fathir: 15].
Jangankan hanya orang yang tidak mau ta’awun hingga berpaling, orang yang merasa sudah sangat berjasa dan merasa paling banyak memberi sumbangsih serta sudah sangat banyak menghabiskan hartanya untuk dakwah kepada Allah Ta’ala lalu berpaling maka tentu Allah ‘Azza wa Jalla akan mendatangkan pengganti yang lebih baik darinya. Masalah mengganti, Allah Tabaraka wa Ta’ala telah memberi jaminan, dalam perkara apa saja, pada urusan dunia semisal kebun saja ketika ada kerusakan, kehilangan atau dikuasai orang lain maka pasti Allah ‘Azza wa Jalla akan ganti dengan yang lebih baik. Oleh karena itu, orang-orang beriman hanya berharap kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala:

عَسٰى رَبُّنَاۤ اَنْ يُّبْدِلَـنَا خَيْرًا مِّنْهَاۤ اِنَّاۤ اِلٰى رَبِّنَا رٰغِبُوْنَ

“Mudah-mudahan Rabb kita memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada yang ini. Sungguh, kita hanya berharap kepada Rabb kita.” [Al-Qalam: 32].
Pada urusan dunia semisal kebun saja, Allah beri jaminan untuk mengganti dengan yang lebih baik, apalagi ini urusannya dengan dakwah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala maka pasti Allah ‘Azza wa Jalla telah mempersiapkan pengganti yang lebih baik, sebagaimana telah mempersiapkan pengganti atas orang-orang yang murtad dari agama-Nya:

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ مَن یَرۡتَدَّ مِنكُمۡ عَن دِینِهِۦ فَسَوۡفَ یَأۡتِی ٱللَّهُ بِقَوۡمࣲ یُحِبُّهُمۡ وَیُحِبُّونَهُۥۤ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِینَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلۡكَـٰفِرِینَ یُجَـٰهِدُونَ فِی سَبِیلِ ٱللَّهِ وَلَا یَخَافُونَ لَوۡمَةَ لَاۤىِٕمࣲۚ ذَ ٰ⁠لِكَ فَضۡلُ ٱللَّهِ یُؤۡتِیهِ مَن یَشَاۤءُۚ وَٱللَّهُ وَ ٰ⁠سِعٌ عَلِیمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kalian yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, mereka bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi mereka bersikap keras terhadap orang-orang kafir, mereka berjihad di jalan Allah, dan mereka tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah adalah Wasi’ (Maha Luas pemberian-Nya) lagi ‘Alim (Maha Mengetahui).” [Surat Al-Ma’idah: 54].

[Muhammad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/11818
⛵ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/651