KEKAFIRAN ORANG BERBUAT KESYIRIKAN

Pertanyaan:
Mereka bilang bahwa orang yang berbuat syirik akbar tidak bisa disejajarkan dan disamakan dengan Ya’juj Ma’juj, juga tidak bisa disamakan dengan Yahudi Nashara, karena mereka sudah dinyatakan kekafiran mereka oleh Allah sementara orang berbuat syirik akbar tidak?.

Jawaban:
Subhanallah, bukankah mereka merasa paling berdalil?. Bukankah mereka mengakui banyak memiliki dalil dan selalu tidak menyelisihi dalil sebagaimana beberapa hari yang lalu salah seorang dari mereka berpura-pura menanyakan jualan dan info kajian lalu menyudahi dengan menghujat sambil menyebutkan rasa kagumnya terhadap ustadz-ustadznya, lalu mengatakan: “Saya faham sekali Ustadz Abu Thurab adalah yang sangat mengamalkan ilmu dan dalil, tidak sedikitpun menyelisihi sebagaimana hizbi yang hanya ikut apa kata ‘ulama tanpa menoleh dalil.”
Kita katakan: Tidak pernahkah mereka mendengarkan atau membaca perkataan Allah Subhanahu wa Ta’ala ataukah mereka telah melupakan perkataan-Nya yang telah menyejajarkan orang-orang kafir dari kalangan Ahlul Kitab dengan orang-orang berbuat syirik:

وَلَتَسۡمَعُنَّ مِنَ ٱلَّذِینَ أُوتُوا۟ ٱلۡكِتَـٰبَ مِن قَبۡلِكُمۡ وَمِنَ ٱلَّذِینَ أَشۡرَكُوۤا۟ أَذࣰى كَثِیرࣰاۚ

“Sungguh kamu benar-benar akan mendengarkan gangguan yang banyak dari orang-orang yang telah diberikan kepada mereka Al-Kitab dari sebelum kalian dan dari orang-orang yang berbuat syirik.” [Surat Ali ‘Imran: 186].
Dan Allah Ta’ala perjelas kekafiran mereka dan menambah kejelasan akan ancaman kekekalan mereka di dalam neraka:

إِنَّ ٱلَّذِینَ كَفَرُوا۟ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَـٰبِ وَٱلۡمُشۡرِكِینَ فِی نَارِ جَهَنَّمَ خَـٰلِدِینَ فِیهَاۤۚ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ هُمۡ شَرُّ ٱلۡبَرِیَّةِ

“Sungguh orang-orang kafir dari kalangan Ahlul Kitab dan orang-orang musyrik di dalam neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya. Mereka itulah seburuk-buruk makhluk.” [Surat Al-Bayyinah: 6].
Yang menamai para pelaku syirik akbar sebagai orang-orang kafir adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana yang Allah Ta’ala terangkan di dalam Al-Qur’an:

وَمَن یَدۡعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَـٰهًا ءَاخَرَ لَا بُرۡهَـٰنَ لَهُۥ بِهِۦ فَإِنَّمَا حِسَابُهُۥ عِندَ رَبِّهِۦۤۚ إِنَّهُۥ لَا یُفۡلِحُ ٱلۡكَـٰفِرُونَ

“Barangsiapa menyeru bersama Allah sesembahan yang lain, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Rabbnya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tidak akan beruntung.” [Surat Al-Mu’minun: 117].
Itulah di antara dalil kalau mereka hanya inginkan dalil tanpa inginkan ‘ulama yang berkata, tapi kalau mau inginkan perkataan ‘ulama maka baiklah kita akan sebutkan perkataan salah seorang ‘ulama semoga saja mereka mau mengakuinya. Berkata Asy-Syaikh Ibnu Bazz setelah menyebutkan ayat tersebut:

سَماهُم كُفارًا

“Allah menamai mereka (yang berdoa kepada-Nya bersama berdoa kepada selain-Nya) sebagai orang-orang kafir.”

[Abu Ahmad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/12530