MEMANFAATKAN SISA WAKTU GERHANA DENGAN SHALAT LAIL

Pertanyaan:
Apabila telah selesai shalat gerhana dan selesai juga khutbahnya, sementara waktu gerhana masih panjang. Apakah boleh langsung shalat tahajjud?.

Jawaban:
Shalat lail yang dilakukan setelah bangun dari tidur seperti shalat tahajjud ini merupakan seutama-utama dzikir, dan melakukannya di waktu yang masih gerhana ini tentu termasuk paling utama dan masuk pada keumuman perintah Nabi kita Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ

“Maka jika kalian melihat gerhana itu maka berdzikirlah kalian kepada Allah.”
Seutama-utama dzikir adalah shalat, berkata Allah ‘Azza wa Jalla kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

ٱتۡلُ مَاۤ أُوحِیَ إِلَیۡكَ مِنَ ٱلۡكِتَـٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَاۤءِ وَٱلۡمُنكَرِۗ وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ وَٱللَّهُ یَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَ

“Bacakanlah terhadap apa yang telah diwahyukan kepadamu berupa Al-Qur’an dan laksanakanlah shalat, sungguh shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Sungguh berdzikir kepada Allah itu lebih besar keutamaannya dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kalian perbuat.” [Surat Al-Ankabut: 45].

[Muhammad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu].

⛵ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/1084