KERAJAAN MESIR SETELAH FIR’AUN TENGGELAM

Pertanyaan:
Setelah Fir’aun dan seluruhnya bawahannya ditenggelamkan di laut. Apakah kerajaan Mesir saat itu bubar?.

Jawaban:
Kerajaan Mesir saat itu tetap ada, hanya saja berubah sistem pemerintahannya, karena pengendali urusan kerajaan adalah para wanita dari isteri-isteri pembesar kerajaan, dan tidak ada lagi yang tersisa dari para pembesar dan para pejabat kerajaan yang laki-laki, berkata Al-Hafizh Ibnu Katsir di dalam “Al-Bidayah wan Nihayah”:

هلك الملك وحاشيته وأمراؤه وجنوده ولم يبق ببلد مصر سوى العامة والرعايا

“Binasa raja, para menterinya, pangeran-pangerannya dan para tentaranya, tidak ada yang tersisa di negeri Mesir kecuali masyarakat umum dan rakyat biasa.”
Disebutkan oleh ahli sejarah bahwa yang menduduki tahta setelah Fir’aun tenggelam adalah permaisurinya, dan disebutkan pula oleh Ibnu ‘Abdil Hakam di dalam “Futuhu Mishra wa Akhbaruhah”: “Keberadaan para wanita Mesir tatkala tenggelam para lelaki dari kalangan para pembesar mereka bersama Fir’aun, dan hanya tersisa para budak dan para pekerja, para wanita itu tidak sanggup dipisahkan dari para lelaki, lalu para wanita itu membebaskan budak mereka dan menikahinya, dan wanita yang lainnya lagi menikahi para pekerjanya. Mereka mempersyaratkan para pria untuk tidak akan melakukan apa pun kecuali dengan izin para wanita itu, dan mereka pun menyanggupinya. Maka kekuasaan para wanita pun berada di atas para pria.”
Dan Ibnu ‘Abdil Hakam meyebutkan pula di dalam “Tarikh Mishra”: “Bahwasanya sejak zaman itu, perempuan Mesir memiliki kekuasaan atas laki-laki mereka, karena isteri para pangeran dan bangsawan menikahi laki-laki yang statusnya lebih rendah dari mereka dari kalangan masyarakat umum, sehingga mereka memiliki kekuasaan atas laki-laki tersebut.”

[Muhammad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/12761
⛵ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/1139