MENDOAKAN ORANG-ORANG MUSYRIK DENGAN KEJELEKAN DAN ATAU KEBAIKAN
Pertanyaan:
‘Afwan Ustadz, izin bertanya: Bolehkah berdo’a seperti ini: “Semoga Allah segerakan kematian kepada orang-orang musyrik yang sudah menyekutukan-Nya agar tidak lagi berbuat kerusakan di muka bumi”. Mohon jawabannya Ustadz, syukran Wabarakallahu fik.
Jawaban:
Boleh mendoakan orang-orang musyrik dengan doa seperti itu atau doa keburukan lainnya, Al-Bukhari Rahimahullah di dalam “Shahih”nya telah membuatkan bab khusus tentang mendoakan keburukan atas orang-orang musyrik, beliau berkata:
باب الدُّعَاءِ عَلَى الْمُشْرِكِينَ بِالْهَزِيمَةِ وَالزَّلْزَلَةِ
“Bab doa atas orang-orang musyrik dengan kehancuran dan kegoncangan.”
Lalu beliau bawakan hadits-hadits tentang doa-doa Nabiul Malhamah ‘Alaihish Shalatu was Salam atas orang-orang musyrik secara umum.
Dan pada bab yang lain, Al-Bukhari Rahimahullah katakan:
باب الدُّعَاءِ عَلَى الْمُشْرِكِينَ، وَقَالَ ابْنُ مَسْعُودٍ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَيْهِمْ بِسَبْعٍ كَسَبْعِ يُوسُفَ. وَقَالَ: اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِأَبِي جَهْلٍ
“Bab mendoakan keburukan atas orang-orang musyrik, dan berkata Ibnu Mas’ud: Berkata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Ya Allah, tolonglah aku atas mereka dengan tujuh tahun kemarau sebagaimana tujuh tahun kemarau Yusuf.” Beliau juga berdoa: “Ya Allah timpakanlah kebinasaan kepada Abu Jahl.”
Dan Nabiurrahmah ‘Alaihish Shalatu was Salam tidak terus menerus mendoakan kebinasaan dan kehancuran atas orang-orang kafir, namun terkadang beliau mendoakan pula kebaikan berupa doa hidayah untuk mereka, tentunya beliau menyesuaikan keadaan mereka. Apabila mereka sudah keterlaluan dalam mengganggu dakwah beliau atau mereka berbuat zhalim kepada beliau dengan memperlihatkan sikap mereka yang tidak diharapkan akan baiknya mereka maka beliau doakan keburukan atas mereka, dan apabila ada harapan beliau tentang baiknya mereka maka beliau mendoakan kebaikan berupa doa hidayah ke Islam untuk mereka, Al-Bukhari Rahimahullah telah buatkan pula bab khusus di dalam “Shahih”nya, beliau berkata:
باب الدُّعَاءِ لِلْمُشْرِكِينَ
“Bab doa kebaikan untuk orang-orang musyrik.”
Dan pada bab yang lain beliau katakan:
باب الدُّعَاءِ لِلْمُشْرِكِينَ بِالْهُدَى لِيَتَأَلَّفَهُمْ
“Bab doa untuk orang-orang musyrik dengan petunjuk supaya mereka menjadi muallaf.”
Pada dua bab tersebut beliau bawakan satu hadits yang sama dari jalur periwayatan Abuz Zinad, dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata:
قَدِمَ الطُّفَيْلُ بْنُ عَمْرٍو عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ دَوْسًا قَدْ عَصَتْ وَأَبَتْ، فَادْعُ اللَّهَ عَلَيْهَا. فَظَنَّ النَّاسُ أَنَّهُ يَدْعُو عَلَيْهِمْ، فَقَالَ: اللَّهُمَّ اهْدِ دَوْسًا وَأْتِ بِهِمْ
“Datang Ath-Thufail bin ‘Amr menemui Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu berkata: “Wahai Rasulullah, sungguh warga Daus benar-benar durhaka dan enggan, maka doakanlah kebinasaan atas warga Daus.” Orang-orang pun mengira bahwa beliau akan mendoakan kebinasaan atas mereka, ternyata beliau mendoakan: “Ya Allah berilah petunjuk kepada warga Daus dan datangkanlah mereka untuk memeluk Islam.”
[Muhammad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu]