UJIAN ADALAH SUATU KEMESTIAN

Pertanyaan:
Minta nasehatnya Ustadz biar tidak sedih dengan ujian yang ada ini Ustadz!.

Jawaban:
Dunia tempat ujian menuju akhirat, siapa yang lulus ujian di dunia maka dia akan selamat sampai akhirat. Setiap orang yang hidup di dunia pasti akan diuji, dan tidaklah Allah ‘Azza wa Jalla mengisahkan suatu kisah di dalam kitab-Nya tentang para nabi dan orang-orang shalih melainkan menyebutkan ujian mereka, kalau pun tidak memperjelas bentuk ujian masing-masing mereka maka Allah menyebutkan pesan untuk bersabar menghadapi ujian. Ini menunjukkan bahwa mereka telah menghadapi ujian, dan ujian adalah suatu kemestian. Allah Ta’ala telah mengisahkan nasehat indah dari Luqman Al-Hakim buat puteranya Radhiyallahu ‘Anhuma:

وَٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَاۤ أَصَابَكَۖ إِنَّ ذَ ٰ⁠لِكَ مِنۡ عَزۡمِ ٱلۡأُمُورِ

“Dan bersabarlah atas berbagai ujian yang menimpamu, sungguh itu termasuk dari perkara-perkara yang diharuskan (oleh Allah).” [Surat Luqman: 17].
Kebanyakan orang di saat membaca kisah-kisah tentang para nabi dan orang-orang shalih hanya terfokus melihat pada penggapaian dan keberhasilan di dunia lalu mereka mengharapkan yang semisal itu, andaikan mereka mau melihat ujian sebelum perolehan itu maka tentu mereka akan tertunduk sambil memikirkan lalu bertanya-tanya: “Sanggupkah menghadapi ujian sulit dan rumit seperti itu?!”.
Memang luar biasa Al-Karim Ibnul Karim Ibnil Karim Ibnil Karim ‘Alaihimush Shalatu was Salam telah meraih dan memperoleh kesuksesan, beliau menjadi Khazinu Mishra (bendahara kerajaan Mesir) lalu ditambahkan lagi menjadi ‘Azizu Mishra (pembesar Mesir), beliau dapatkan itu setelah melewati perjuangan dalam menghadapi ujian panjang dan berat. Sebelum itu, beliau sempat menjadi orang terhebat di istana ‘Azizu Mishra, karena beliau dijadikan sebagai anak angkat bagi isteri ‘Azizu Mishra, dari usia anak-anak hingga tumbuh dewasa selalu di dalam istana ‘Azizu Mishra, itu pun beliau dapatkan setelah melalui ujian berat dan menyakitkan, beliau dizhalimi oleh sepuluh orang saudaranya, beliau disiksa dan hampir dibunuh, beliau menderita dan menahan rasa sakit karena disiksa lalu beliau dibuang ke dalam sumur, itulah ujian sebelum beliau dijadikan anak angkat bagi Imra’ah ‘Azizi Mishra.
Kemudian didatangkanlah ujian baru kepadanya, ujian antara mengikuti hawa nafsu atau mengikuti wahyu, ujian antara tunduk kepada hukum amon atau tunduk kepada hukum Allah ‘Azza wa Jalla?!. Atas keteguhan dan kemantapan pilihannya hanya ingin mengikuti wahyu dan hanya mau tunduk kepada hukum Allah Jalla wa ‘Ala, ujian dengan berbagai bentuknya pun beliau hadapi, dua belas tahun beliau dipenjara, jangan bertanya tentang beratnya di penjara saat itu dan jangan pula bertanya tentang hukuman dalam penjara saat itu?!. Ya Allah, jangankan penjara saat itu, penjara saat ini pun terasa berat, kita pernah beberapa hari di penjara oleh Hutsi di Shan’a Yaman terasa sesak, padahal tidak mendapatkan hukuman di dalam penjara, padahal tidak dipaksa kerja keras di luar penjara. Ya Allah!.

يَا اللّٰهُ يَا رَحِيمُ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

“Ya Allah, ya Rahim (wahai Yang Maha Penyayang), rahmat-Mu yang aku harapkan. Janganlah Engkau tinggalkan aku sendirian walau sekejap mata (dalam menghadapi urusanku) dan perbaikilah segala urusanku seluruhnya, tidak ada ilah (sesembahan yang haq) kecuali Engkau.”

[Muhammad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/13439
⛵️ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/1697