CIRI-CIRI IMAM AL-MAHDI

Pertanyaan:
Kenapa Al-Mahdi merasa karih (tidak sudi) saat diminta keluar dari tempat tinggalnya di Makkah? Bukankah akan dibai’at?.

Jawaban:
Beliau tidak sudi yakni tidak ingin, karena beliau belum mengetahui kalau beliau adalah Imam Al-Mahdi, lalu di antara dari Ahlul ‘Ilmi memberitahunya dan meyakinkan kalau beliau adalah Imam Al-Mahdi. Keberadaannya seperti moyangnya dahulu Nabiul Malhamah ‘Alaihish Shalatu was Salam, dahulu beliau tidak pernah tahu kalau dirinya adalah Nabi Akhir Zaman, namun kemudian diberitahu oleh seorang ‘alim penerjemah Injil yang bernama Waraqah bin Naufal Radhiyallahu ‘Anhu, beliau diketahui dari ciri-cirinya karena telah disebutkan di dalam Injil, Taurat dan Shuhuf. Adapun seorang keturunan beliau tersebut maka dapat diketahui pula dari ciri-cirinya yang telah disebutkan oleh beliau, di antara ciri-cirinya:

1). Al-Mahdi berasal dari Thaibah (Madinah) kemudian hijrah ke Bakkah (Makkah), kebalikan dengan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau berasal dari Makkah kemudian hijrah ke Madinah, berkata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

فيَخرجُ رَجُل مِن أََهل المدينةِ هاربًا إلَى مَكة، فيأتيه ناسٌ مِن أهل مَكة فيخرجونه وَهو كاره، فَيبايعونَهُ بَين الركن والمقام

“Ada seseorang dari penduduk Madinah (yakni Al-Mahdi) keluar dalam keadaan melarikan diri ke Makkah, kemudian datang kepadanya sekelompok orang dari penduduk Makkah, lalu mereka mengeluarkannya dalam keadaan beliau tidak ingin, setelah itu mereka membai’atnya di antara Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim.”

2). Nama Al-Mahdi sama dengan nama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yaitu Muhammad bin ‘Abdillah Al-Qurasyi, berkata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

لاَ تَذْهَبُ الدّنْيَا حَتّى يَمْلِكَ العَرَبَ رَجُلٌ مَنْ أَهْلِ بَيْتِي يُواطِئُ اسمُه اسمي واسمُ أبيه اسمَ أبي

“Tidak akan hancur dunia sampai menguasai Arab seorang laki-laki dari keturunanku yang namanya sama dengan namaku dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku.”

3). Al-Mahdi di atas akhlak yang mulia, tidak ada padanya kemunafikan dan pembatal keislaman, beliau mengamalkan Islam sesuai yang beliau dapatkan di negerinya karena beliau hanyalah orang awam yakni bukan penuntut ilmu dan bukan ‘alim, keberadaan beliau seperti Nabiuttaubah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu Allah ‘Azza wa Jalla memberi petunjuk kepadanya dan memperbaikinya, berkata Nabiuttaubah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

الْمَهْدِىُّ مِنَّا أَهْلَ الْبَيْتِ يُصْلِحُهُ اللَّهُ فِى لَيْلَةٍ

“Al-Mahdi termasuk dari kalangan kami Ahlul Bait, Allah memperbaikinya dalam semalam.”

4) Al-Mahdi berbahasa Arab sebagaimana moyangnya Nabi Ummi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga berbahasa Arab, berkata Allah ‘Azza wa Jalla:

وَكَذَ ٰ⁠لِكَ أَوۡحَیۡنَاۤ إِلَیۡكَ قُرۡءَانًا عَرَبِیࣰّا لِّتُنذِرَ أُمَّ ٱلۡقُرَىٰ وَمَنۡ حَوۡلَهَا وَتُنذِرَ يَوْمَ ٱلْجَمْعِ لَا رَيْبَ فِيهِ

“Demikianlah Kami wahyukan Al-Qur’an kepadamu (wahai Muhammad) dengan berbahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Makkah) dan penduduk (di berbagai negeri) sekitarnya serta memberi peringatan tentang hari berkumpul (Kiamat) yang tidak ada keraguan padanya.” [Surat Asy-Syura: 7].
Beliau berbahasa Arab, demikian pula Al-Mahdi jelas berbahasa Arab karena beliau berasal dari Madinah.

5). Al-Mahdi berdahi lebar, berambut lebat di kepala dan di dagunya sebagaimana Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan tidak botak pada sebagian rambut kepalanya, berkata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

اَلْمَهْدِيُّ مِنِّي، أَجْلَى الْجَبْهَةِ أَقْنَى اْلأَنْفِ

‘Al-Mahdi dari keturunanku, beliau lebar dahinya dan mancung hidungnya.”
Perkataannya: “Ajlal jabhah” yaitu lebar dahinya, bukan dimaknakan botak pada sebagian kepalanya, dan ciri lebar dahinya ini sebagaimana terdapat pada ciri Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, berkata Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاسِعَ الْجَبِينِ

“Keberadaan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam itu lebar dahinya.” Riwayat Al-Bukhari di dalam Al-Adabul Mufard, Al-Baihaqi dan Ma’mar bin Rasyid.
Dari hadits ‘Ali bin Abi Thalib, Sa’d bin Abi Waqqash, Jubair bin Muth’im, Abu Hurairah, Anas bin Malik dan selain mereka dari para Shahabat telah menyebutkan rambut dan jenggot Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang lebat, sebagian mereka mengatakan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلى اللهُ عَلَيه وَسَلم كَثِيرَ
شَعرِ الرَّأْسِ وَاللِّحْيَةِ

“Keberadaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam itu lebat rambut kepalanya dan jenggotnya.”

[Muhammad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu]

⛵ https://t.me/majaalisalkhidhir/13496
⛵ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/1758