PENGIKUT DAJJAL 70.000 ORANG YAHUDI IRAN
Pertanyaan:
Ustadz Al Khidhir, ada narasi menyebutkan bahwa kisah 70.000 Bani Israil Ashfahan yang mengikuti Dajjal itu hanya dramatis, tidak shahih, masuk literatur tafsir akhir zaman dan cerita Israiliyat. Kisah yang shahih itu kisah 70.000 Bani Ishaq, mereka ini pasukan iman dan shahih secara sanad. Apakah benar demikian? Mohon penjelasannya Ustadz!.
Jawaban:
Ada dua riwayat yang menjelaskan tentang keberadaan 70.000 Yahudi Bani Israil yang mengikuti Dajjal:
Pertama: Riwayat yang shahih, diriwayatkan oleh Muslim dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau berkata:
يَتْبَعُ الدَّجَّالَ مِن يَهُودِ أصْبَهانَ، سَبْعُونَ ألْفًا عليهمُ الطَّيالِسَةُ
“Akan mengikuti Dajjal sebanyak 70.000 dari kalangan Yahudi Ashbahan mereka mengenakan jubah berpenutup kepala.”
Riwayat shahih inilah yang Ahlussunnah berpegang dengannya, Ahlussunnah menetapkan bahwa penduduk Ashbahan Iran akan menyambut Dajjal sebagaimana sebagian penduduk Madinah juga pada menyambut Dajjal, berkata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
فيأتي سَبِخَةَ الجرْفِ، فيضرِبُ رَوَاقَهُ، فَتَرْجُفُ المدينةُ ثلاثَ رجْفاتٍ، فيخرجُ إليه كُلُّ مُنَافِقٍ ومُنَافِقَةٍ
“Dajjal datang ke Sabikhah Al Jirf lalu memasang kemah, kemudian Madinah bergoncang dengan tiga kali goncangan, lalu setiap laki-laki munafik dan prempuan munafik keluar menyambutnya.”
Ahlussunnah menetapkan bahwa ini akan benar-benar menjadi kenyataan.
Kedua: Riwayat yang dha’if, diriwayatkan oleh Ad Dailami dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu:
يَخرجُ الدجالُ على حِمارٍ أقمرَ، ما بين أُذُنَيْه سبعونَ عامًا، مَعَهُ سبعونَ ألفَ يهودِيٍّ عليهِمُ الطَّيالِسَةُ بالحَضَرِ، حتى يَنزلوا كَوْمَ ابنِ الحمراءِ
“Akan muncul Dajjal menunggangi keledai putih kehijauan, jarak antara dua telinganya menempuh perjalanan tujuh puluh tahun, bersamanya tujuh puluh ribu orang Yahudi mengenakan jubah berpenutup kepala sesuai tradisi mereka, hingga mereka turun ke bukit Ibnul Hamra.”
Riwayat dha’if inilah yang dijadikan sebagai alasan oleh para pembela Iran untuk menolak riwayat shahih yang menetapkan adanya 70.000 Yahudi Ashfahan yang menjadi pengikut Dajjal. Mereka tidak terima bila Iran dijelaskan kekafiran dan kesyirikannya serta keterkaitannya dengan Yahudi dan Dajjal.
Adapun riwayat yang mengisahkan tentang 70.000 Bani Ishaq yang mereka adalah orang-orang Mu’min maka itu adalah riwayat shahih yang diriwayatkan oleh Muslim di dalam “Shahih”nya dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
سَمِعْتُمْ بِمَدِينَةٍ جَانِبٌ مِنْهَا فِي الْبَرِّ وَجَانِبٌ مِنْهَا فِي الْبَحْرِ؟ قَالُوا: نَعَمْ، يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَغْزُوَهَا سَبْعُونَ أَلْفًا مِنْ بَنِي إِسْحَاقَ، فَإِذَا جَاءُوهَا نَزَلُوا، فَلَمْ يُقَاتِلُوا بِسِلَاحٍ وَلَمْ يَرْمُوا بِسَهْمٍ، قَالُوا: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، فَيَسْقُطُ أَحَدُ جَانِبَيْهَا، ثُمَّ يَقُولُوا الثَّانِيَةَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، فَيَسْقُطُ جَانِبُهَا الْآخَرُ، ثُمَّ يَقُولُوا الثَّالِثَةَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، فَيُفَرَّجُ لَهُمْ، فَيَدْخُلُوهَا فَيَغْنَمُوا، فَبَيْنَمَا هُمْ يَقْتَسِمُونَ الْمَغَانِمَ، إِذْ جَاءَهُمُ الصَّرِيخُ، فَقَالَ: إِنَّ الدَّجَّالَ قَدْ خَرَجَ، فَيَتْرُكُونَ كُلَّ شَيْءٍ وَيَرْجِعُونَ
“Apakah kalian pernah mendengar suatu kota yang terletak sebagiannya di darat dan sebagiannya di laut? Mereka menjawab: Pernah wahai Rasulullah. Beliau berkata: Tidak akan terjadi hari kiamat sampai kota itu akan diperangi oleh 70.000 orang dari Bani Ishaq. Di saat mereka mendatanginya lalu mereka memasukinya maka mereka tidak memerangi dengan senjata dan tidak pula melepaskan anak-anak panah mereka, mereka hanya mengucap La Ilaha Illallah Wallahu Akbar (tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah dan Allah adalah Maha Besar), lalu robohlah sebagian kota itu. Kemudian mereka mengucapkan yang kedua kalinya: La Ilaha Illallah Wallahu Akbar maka robohlah sebagian yang lain. Kemudian mereka mengucapkan yang ketiga kalinya: La Ilaha Illallah Wallahu Akbar maka Allah pun membukakan jalan bagi mereka hingga mereka memasukinya dan mengambil berbagai harta rampasan perang. Di saat mereka sedang membagi harta rampasan perang, tiba-tiba terdengar teriakan ke mereka: “Sungguh Dajjal benar-benar telah muncul, mereka pun meninggalkan segala sesuatu lalu mereka kembali.”
Abu Ahmad Al-Khidhir ‘Afallahu ‘Anhu, Rabu 14 Ramadhan 1447 / 4 Maret 2026 di Kota Pekalongan.
⛵ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/1910
⛵ https://t.me/majaalisalkhidhir/13698