BEGINILAH SUNNAH

Pertanyaan:
Sebenarnya Ustadz yang lakuin hari raya hari ini ikutnya ru’yah hilal negeri atau ikut hisab?.

Jawaban:
Yang ber’idul fithri hari ini (Jum’at, 20 Maret 2026) dari kalangan Muhammadiyah ikut hisab, adapun yang selain Muhammadiyah maka terdiri dari berbagai komunitas, tapi ada dari suatu komunitas yang memilih ber’idul fithri hari ini padahal sebelumnya dia pengikut ru’yah hilal global yakni yang penting sudah dilihat hilal di suatu tempat baik di Saudi atau di negara lainnya. Alhamdulillah sudah terjawab oleh mereka yang telah ber’idul fithri kemarin (Kamis, 19 Maret 2026), kalau mereka komitmen dengan mengikuti ru’yah hilal global maka akan ikut ber’idul fithri kemarin, karena di tiga negera telah mengaku melihat hilal.
Dan yang menjadi alasannya untuk ber’idul fithri hari ini supaya tidak mengikuti keputusan isbat orang yang mencium Paulus, orang yang menghilangkan rukun Islam ketiga dan orang yang mengucapkan selamat natal. Itulah di antara alasannya. Alhamdulillah kita tentu tidak seperti itu, andaikan pun kita bertepatan dengan keputusan isbatnya bukan berarti kita mengikuti dia, karena jelas yang kita ikuti adalah sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang disebutkan oleh Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma:

هكذا أمرنا رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم

“Demikianlah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan kita.”
Beliau katakan demikian karena dikatakan kepada beliau:

أو لا تكتَفِي برؤيةِ معاويةَ وصيامهِ

“Tidakkah engkau mencukupkan dengan ru’yah Mu’awiyah dan puasanya?!.”
Lihat kenyataan tersebut, padahal di zaman itu adalah puncak-puncak kejayaan Daulah Islamiyyah, di saat itu yang menjadi penguasa Khilafah Islamiyyah adalah seorang Shahabat yaitu Mu’awiyah Radhiyallahu ‘Anhuma, namun ternyata Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma tidak mengikuti ru’yah hilal global, beliau tidak mencukupkan dengan ru’yah di negeri lain, beliau hanya mencukupkan dengan ru’yah di negeri yang beliau berada padanya yaitu di Madinah. Tentu orang-orang Muslim di saat itu melihat hilal dengan mengandalkan mata telanjang, lain ceritanya dengan di zaman sekarang. Wallahul Musta’an.

[Abu Ahmad Al-Khidhir ‘Afallahu ‘Anhu pada Jum’at dhuha, 30 Ramadhan 1447 / 20 Maret 2026 di Bogor].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/13776
⛵️ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/1955