RUKHSHAH BAGI MUSAFIR
Pertanyaan:
Ustadz, ini ana mau bertanya. Ana kemarin dari hari Kamis sampai di tempat safar, lalu esok yaitu Ahad, ana akan balik ke kediaman ana di Medan. Apakah besok kami saat menuju Medan kami boleh jama’ dan qashr maghrib dan isya di tempat tinggal kami selama safar ini? Atau menunggu jalan terlebih dahulu menuju Medan baru kami bisa jama’ dan qashr?.
Jawaban:
Keberadaan kalian masih teranggap sebagai musafir meskipun kalian tinggal di suatu tempat beberapa hari, masih berlaku bagi kalian rukhshah untuk menjama’ dan mengqashar shalat, disebutkan di dalam suatu riwayat:
أن النبي صلى الله عليه وسلم جمع في غزوة تبوك وهو نازل
“Bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjama’ shalat pada perang Tabuk dalam keadaan beliau menetap.”
Dan pada saat haji Wada’, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menetap di Abthah, beliau mengimami shalat:
فصلّى الظهر ركعتين والعصر ركعتين
“Maka beliau shalat Zuhur dua raka’at dan ‘Ashar dua raka’at.”
Beliau menjama’ keduanya.
[Muhammad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya ‘Anhu (7 Dzulqa’dah 1447 / 25 April 2026) di Bogor].
⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/13984
⛵️ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/2130