ANJURAN MEMPERBANYAK DZIKIR

Pertanyaan:
‘Afwan izin tanya lagi, dzikir pagi sudah cukup kan Ustadz untuk menghalangi orang-orang yang hasad dan benci sama usaha kita?. Karena beberapa di antara mereka ada yang menggunakan semacam sihir, agar usaha orang lain bangkrut, entah pakai semacam santet atau jimat atau sihir. Begitu atau ada doa lain yang shahih?.

Jawaban:
Dzikir pagi kalau dilihat dari sisi membentengi diri dari hasad dan sihir Insya Allah sudah mencukupi untuk sehari (dari pagi sampai sore) dan tidak cukup sampai malam, makanya memerlukan pula dzikir sore sehingga mencukupi untuk malam (dari sore hingga pagi). Kalau dzikir pagi dan petang ini diamalkan maka Insya Allah sudah mencukupi penjagaan diri dari hasad dan sihir dalam sehari semalam. Namun kalau dilihat dari sisi beramal maka itu masih kurang dari cukup, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala tetap perintahkan kepada orang-orang yang menjaga shalat untuk memperbanyak dzikir, meskipun baru selesai melakukan dzikir akbar berupa shalat, meskipun di sela-sela kesibukan berkerja, Allah perintahkan:

فَإِذَا قُضِیَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُوا۟ فِی ٱلۡأَرۡضِ وَٱبۡتَغُوا۟ مِن فَضۡلِ ٱللَّهِ وَٱذۡكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِیرࣰا لَّعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ

“Jika telah dilaksanakan shalat maka bertebaranlah kalian di muka bumi dan carilah oleh kalian karunia Allah serta berdzikirlah kalian kepada Allah sebanyak-banyaknya supaya kalian beruntung.” [Surat Al-Jumu’ah: 10].
Dahulu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam paling banyak menjaga dzikir pagi dan petang, beliau senantiasa merutinkan dzikir pagi dan petang, bersamaan dengan itu di selain waktu keduanya beliau juga banyak berdzikir, di antaranya beliau berdzikir dengan membaca Al-Mu’awwidzatain (Surat Al-Falaq dan An-Nas), beliau banyak membaca ini, padahal ini sudah beliau baca pada dzikir pagi dan petang, ternyata beliau juga baca di waktu yang lain. Oleh karena itu betapa bagus apa yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim semoga Allah merahmatinya:

حاجة العبد للمعوذتين أشد من حاجته للنفس والطعام والشراب واللباس

“Kebutuhan seorang hamba terhadap Al-Mu’awwidzatain itu sangat melebihi daripada kebutuhannya terhadap diri, makanan, minuman dan pakaian.”
Pentingnya memperbanyak dzikir karena hasad serta sihir, dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam senantiasa berdzikir dan beliau pernah disihir oleh seorang yahudi yang bernama Labid Ibnul A’sham, beliau pun meruqyah dengan membaca Al-Mu’awwidzatain. Tidak hanya itu, bahkan beliau senantiasa membaca Al-Mu’awwidzatain sebelum tidur, beliau baca bersama surat Al-Ikhlas, berkata Ummul Mu’minin ‘Aisyah semoga Allah meridhainya:

أنَّ رَسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم كان إذا أخَذَ مَضجَعَه نَفَثَ في يَدَيه، وقَرَأ بالمُعَوِّذاتِ، ومَسَحَ بهما جَسَدَه

“Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam jika ingin segera tidur maka beliau meniupkan ke kedua telap tangannya lalu membaca Al-Mu’awwidzat (Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas), lalu beliau mengusapkan ke kedua tangganya ke tubuhnya.”
Ini menunjukkan kalau beliau tidak mencukupkan dengan hanya dibaca pada dzikir pagi dan petang, namun beliau baca pula di waktu yang lain. Ini padahal beliau, maka kita tentu lebih membutuhkan memperbanyak berdzikir, terkhusus membaca Al-Mu’awwidzatain, terlebih lagi pada zaman ini berbagai sihir dan hasad yang selalu mengintai, maka hendaklah kita senantiasa membentengi diri dengan memperbanyak berdzikir, Wabillahit Taufiq.

[Abu Ahmad Al-Khidhir ‘Afallahu ‘Anhu, pada hari Senin (9 Dzulqa’dah 1447 / 27 April 2026) di Masjid Muti’ah Bogor].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/13996
⛵️ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/2139