KEBAIKAN ORANG MUSLIM DIBALAS DI DUNIA DAN DI AKHIRAT
Luar biasa orang yang senang melakukan berbagai kebaikan dan suka memberi lalu dia merasa seolah-olah tidak berbuat apa-apa, dia tidak ingin merasa menanam jasa dan tidak pula mengharapkan balasan serta ucapan terima kasih, prinsipnya seperti yang disebutkan:
إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَآءً وَلَا شُكُورًا
“Sesungguhnya kami memberi pemberian kepada kalian hanya mengharapkan wajah Allah, kami tidak menginginkan balasan dari kalian dan tidak pula ucapan terima kasih.” [Al Insan: 9].
Orang seperti itu seakan-akan sedang merasakan dan menikmati balasan dan pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena setiap Muslim yang berbuat baik maka Allah beri balasan di dunia dan di akhirat, berkata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
إِنَّ اللَّهَ لاَ يَظْلِمُ مُؤْمِنًا حَسَنَةً يُعْطَى بِهَا فِي الدُّنْيَا وَيُجْزَى بِهَا فِي الآخِرَةِ
“Sungguh Allah tidak akan menzhalimi seorang Mu’min, dia akan diberi kebaikan di dunia ini dan akan diberi balasan di akhirat.”
Kalau sudah ada jaminan balasan di dunia dan di akhirat seperti itu, maka untuk apa memiliki perasaan telah berjasa kepada orang lain?!. Untuk apa menghitung-hitung berbagai kebaikan yang telah dilakukan?!. Justru yang lebih pantas untuk dihitung-hitung itu adalah dosa dan keburukan diri sendiri, berkata Ibnu Mas’ud semoga Allah meridhainya:
فَعُدُّوا سَيِّئَاتِكُمْ، فَأَنَا ضَامِنٌ أَنْ لَا يَضِيعَ مِنْ حَسَنَاتِكُمْ شَيْءٌ
“Hitung-hitunglah terhadap keburukan-keburukan kalian! Aku menjamin bahwa tidak akan sia-sia sedikit pun dari kebaikan-kebaikan kalian.”
[Kutipan nasihat dari Al Ustadz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullah].