TIDAK ADA PUASA YANG LEBIH BANYAK DARI PUASA DAWUD
Pertanyaan:
Ada pertanyaan dari salah satu keluarga ana, kalau puasa Dawud hanya tiga hari saja apakah bisa Ustadz? Jadi hari pertama puasa, hari kedua ifthor dan hari ketiga puasa.
Pertanyaan kedua:
Apakah boleh puasa Dawud tapi setiap pekan ada libur sehari misalnya tiap ahad tidak puasa. Jazakallahu khairan Ustadz.
Jawaban:
Boleh puasa Dawud seperti yang disebutkan oleh penanya, karena Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebelum menyebutkan puasa Dawud, beliau katakan kepada Ibnu ‘Amr Radhiyallahu ‘Anhuma:
صُمْ يَومًا وَأفطِرْ يَومَينِ
“Berpuasalah sehari dan berbukalah dua hari.”
Dan ini bebas bagi seseorang memilih harinya, yang penting dia puasa sehari lalu tidak berpuasa dua hari setelahnya. Dan yang tidak dibolehkan berpuasa itu kalau melebihi puasa Dawud, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam saat dikatakan oleh Ibnu ‘Amr Radhiyallahu ‘Anhuma:
إنِّي أُطيقُ أفضَلَ منه يا رَسولَ اللهِ
“Sungguh aku mampu puasa melebihi puasa Dawud (puasa sehari dan berbuka sehari) wahai Rasulullah.”
Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam katakan kepadanya:
لا أفضَلَ مِن ذلك
“Tidak ada yang melebihi puasa itu.”
Yakni beliau nyatakan puasa Dawud:
أفضَلُ الصَّومِ صَومُ داوُدَ
“Seutama-utama puasa adalah puasa Dawud.”
Tidak ada lagi yang paling utama dan paling banyak dari puasa Dawud, Wallahu A’lam.
[Abu Ahmad Al-Khidhir ‘Afallahu ‘Anhu, Kamis (18 Dzulhijjah 1447 / 4 Juni 2026) di Masjid Muti’ah Bogor].
⛵ https://t.me/majaalisalkhidhir/14153
⛵ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/2278