KAEDAH MAKRŪH AKAN GUGUR KETIKA ADA KEBUTUHAN
Al Ustādz Abū Ahmad Muhammad Al Khidhir bin Sālim bin Syahdiah Al Limborī:
إن الكراهة تزول عند وجود الحاجة
“Sungguh perkara makrūh itu akan gugur ketika ada kebutuhan.”
Bentuknya seperti keluarga mendiang menyiapkan makanan atau minuman bagi para pelayat, ini hukumnya makrūh dan ini akan menjadi mubāh ketika ada kebutuhan padanya, Al Imām Ibnu Qudāmah Al Maqdisī mengatakan:
فأما صنع أهل الميت طعامًا للناس فمكروه؛ لأن فيه زيادة على مصيبتهم، وشغلًا لهم إلى شغلهم، وتشبُّها بصنع أهل الجاهلية، وإن دعت الحاجة إلى ذلك جاز؛ فإنه ربما جاءهم من يحضر ميتهم من القُرى والأماكن البعيدة، ويبيت عندهم، ولا يمكنهم إلا أن يضيفوه
“Adapun keluarga mendiang menyiapkan makanan bagi orang lain, maka itu adalah makrūh, karena sungguh itu menambah beban pada musibah mereka, dan menyibukkan mereka dengan kesibukan yang ada pada mereka, serta itu menyerupai perbuatan orang-orang Jāhiliyyah. Namun, apabila kebutuhan mendesak akan hal itu maka boleh, karena terkadang orang-orang datang dari daerah-daerah atau tempat-tempat yang jauh untuk menghadiri proses pemakaman mayit dan mereka menginap di keluarga mayit, sehingga keluarga mayit tidak memiliki pilihan lain selain menjamu mereka.”
[Kaedah Ustādz pada kajian Manhajus Sālikīn wa Taudhīhul Fiqhi fid Dīn hari Ahad, tanggal 2 Rabī’ Al Awwal 1448 / 16 Agustus 2026 di Masjid At Taqwa Syiar Sunnah Kp. Ciketing Mustikajaya Bekasi].