TIPS-TIPS MENGHILANGKAN KEDENGKIAN KEPADA ORANG-ORANG YANG BERIMAN

Pertanyaan:
‘Afwān Ustādz, ada titipan pertanyaan: Setelah Ana mengetahui makna hasad (dengki) dari keterangan Ustādz, Ana ingin bertanya, bagaimana caranya supaya kita terbebaskan dari kedengkian?.

Jawaban:
Adapun cara untuk bisa terbebaskan dari kedengkian kepada orang beriman maka ada beberapa cara, di antaranya:

Pertama: Berlindung kepada Allāh Ta’ālā dari kedengkian, sebagaimana yang Allāh Ta’ālā telah perintahkan kepada Nabī-Nya Muhammad Shallallāhu ‘Alaihi wa Sallam:

“Katakanlah (wahai Ar Rasūl): Aku berlindung kepada Rabb Yang menguasai shubuh.” sampai pada perkataan-Nya: “Dan dari kejelekan orang yang dengki jika dia telah dengki.” (Al Falaq: 1 dan 5).

Kedua: Menyadari bahwa dengki termasuk dari prilaku orang-orang kāfir terdahulu sebagaimana yang telah Allāh Ta’ālā katakan:

{ﺃَﻡْ ﻳَﺤْﺴُﺪُﻭﻥَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﺎ ﺁﺗَﺎﻫُﻢُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻣِﻦْ ﻓَﻀْﻠِﻪِ}

“Ataukah mereka dengki kepada orang-orang beriman lantaran apa-apa yang telah Allāh berikan kepada orang-orang beriman dari karunia-Nya?.” [An Nisā’: 54].

Ketiga: Meminta pertolongan kepada Allāh Ta’ālā supaya membersihkan hati dari penyakit dengki, karena dengki merupakan salah satu penyakit hati yang dokter pun tidak bisa menjadi penyebab tersembuhkannya kecuali hanya Allāh Ta’ālā yang menyembuhkannya, sebagaimana perkataan Nabiullāh Ibrāhīm Al Khalīl Shallallāhu ‘Alaihi wa Sallam:

{وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ}

“Dan jika aku sakit maka Dia-lah yang menyembuhkanku.” [Ash Shu’arā’: 80].

Keempat: Melihat kepada orang yang lebih sedikit karunia yang diberikan oleh Allāh kepadanya, berkata Rasūlullāh Shallallāhu ‘Alaihi wa Sallam:

ﺍﻧْﻈُﺮُﻭﺍ ﺇِﻟَﻰ ﻣَﻦْ ﻫُﻮَ ﺃَﺳْﻔَﻞَ ﻣِﻨْﻜُﻢْ، ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻨْﻈُﺮُﻭﺍ ﺇِﻟَﻰ ﻣَﻦْ ﻫُﻮَ ﻓَﻮْﻗَﻜُﻢْ، ﻓَﻬُﻮَ ﺃَﺟْﺪَﺭُ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺗَﺰْﺩَﺭُﻭﺍ ﻧِﻌْﻤَﺔَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ

“Lihatlah oleh kalian kepada orang yang berada di bawah kalian dan janganlah kalian melihat kepada orang yang berada di atas kalian, karena dia lebih pantas supaya kalian tidak menganggap rendah karunia Allāh yang telah dianugerahkan kepada kalian.” Muttafaq ‘Alaih.

Kelima: Mengakui bahwa kedengkian kepada orang-orang beriman adalah penyebab terjauhkan dari kesejahteraan dan kebahagiaan. Tidaklah iblīs diusir dari Surga melainkan karena dia enggan untuk melaksanakan perintah Allāh supaya sujud kepada Ãdam, tidaklah dia enggan untuk sujud kepada Ãdam melainkan karena dia dengki kepadanya. Demikian itu menunjukkan bahwa dengki merupakan permulaan dosa dan kedurhakaan yang pertama kali dilakukan oleh iblīs, berkata ‘Ulamā:

أول ذنب عصي الله به هو الحسد

“Permulaan dosa yang Allāh didurhakai dengannya adalah dengki.”
Wallāhu A’lam.

[Abū Ahmad Muhammad Al Khidhir pada tanggal 7 Jumādal Akhīrah 1438 di Binagriya Pekalongan.

⛵ https://t.me/majaalisalkhidhir/201