MENGELUARKAN ZAKAT SESUAI SUNNAH

Pertanyaan:
Bagaimana cara membayar zakat yang sesuai Sunnah?

Jawaban:
Abul ‘Abbâs Harmîn Rahimahullâh pada khutbah Jum’at beliau yang terakhir telah menjelaskan tentang cara membayar zakat, bahwasanya zakat dikeluarkan kepada fakir miskîn, beliau pertegas bahwa pengeluarannya kepada fakir miskîn karena kebiasaan masyarakatnya menyerahkannya kepada tokoh-tokoh adat yang menjabat sebagai pengurus masjid, lalu mereka membagi zakat-zakat itu untuk kalangan mereka sendiri dengan tanpa diserahkan kepada fakir miskîn, Abul Abbâs Harmîn Rahimahullâh menerangkan kepada mereka bahwa pembayaran zakat diserahkan kepada fakir miskîn, beliau berdalîl dengan perkataan Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam kepada Mu’âdz bin Jabal Radhiyallâhu ‘Anhu ketika mengutusnya ke Yaman:

فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً فِي أَمْوَالِهِمْ، تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ وَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ

“Beritahukan kepada mereka bahwa Allâh mewajibkan kepada mereka untuk mengeluarkan zakat dari harta mereka, diambil dari orang-orang yang berkecukupan dari kalangan mereka lalu diserahkan ke orang-orang miskîn dari kalangan mereka.” Riwayat Al-Bukhârî dari ‘Abdullâh bin ‘Abbâs Radhiyallâhu ‘Anhumâ.

Hadîts ini sebagai dalîl tentang
pengeluaran zakat fithri diperuntukkan kepada fakir miskîn, baik pengeluarannya secara langsung diserahkan kepada fakir miskîn atau pengeluarannya melalui para pengurus zakat yang nantinya mereka serahkan kepada fakir miskîn, sebagaimana dahulu kaum Muslimîn menyerahkannya kepada Nabî Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam lalu beliau menyerahkannya kepada fakir miskîn, berkata Abû Hurairah Radhiyallâhu ‘Anhu:

وَكَّلَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ

“Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam menugaskanku untuk menjaga zakat Ramadhân.”
Berkata ‘Abdullâh bin ‘Abbâs Radhiyallâhu ‘Anhumâ:

ﻓَﺮَﺽَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻃُﻬْﺮَﺓً ﻟِﻠﺼَّﺎﺋِﻢِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻐْﻮِ ﻭَﺍﻟﺮَّﻓَﺚِ ﻭَﻃُﻌْﻤَﺔً ﻟِﻠْﻤَﺴَﺎﻛِﻴﻦِ

“Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam mewajibkan zakat fithri untuk mensucikan orang yang berpuasa dari perkataan sia-sia dan ucapan keji, serta untuk memberi makan kepada orang-orang miskîn”.

Dijawab oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh wa Ra’âh pada hari Senin tanggal 4 Ramadhan 1441 / 27 April 2020 di Maktabah Al-Khidhir Bekasi.