KEWAJIBAN IMAM DAN MA’MUM MEMBACA AL FATIHAH

Pertanyaan:
Ahsanallāhu ilaikum Ustādz, ijin bertanya Ustādz. Apabila kita mendapati imām sudah selesai membaca surah Al Fātihah, apakah kita sebagai ma’mūm perlu mengulang membaca surah Al Fātihah yā Ustādz?. Sedangkan imām masih membaca surah yang lain. Jazākumullāhu khairan Ustādz.

Jawaban:
Tidak hanya perlu membaca Al Fātihah di saat datang mendapati imām sedang membaca surat lain, bahkan wājib membaca Al Fātihah, karena sungguh Nabī Shallallāhu ‘Alaihi wa Sallam telah tegaskan:

لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

“Tidak ada shalat bagi siapa yang tidak membaca surat Al Fâtihah.”
Bacaan imām terhadap Al Fātihah itu tidak mewakilkan bacaan ma’mūm, karena Nabī Shallallāhu ‘Alaihi wa Sallam tetap memerintahkan orang-orang yang shalat di belakangmya untuk membaca Al Fātihah, berkata ‘Ubādah Radhiyallāhu ‘Anhu:

ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺛَﻘُﻠَﺖْ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟْﻘِﺮَﺍﺀَﺓُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻔَﺠْﺮِ، ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻓَﺮَﻍَ ﻗَﺎﻝَ: ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗَﻘْﺮَﺀُﻭﻥَ ﺧَﻠْﻒَ ﺇِﻣَﺎﻣِﻜُﻢْ؟ ﻗُﻠْﻨَﺎ: ﻧَﻌَﻢْ. ﻗَﺎﻝَ: ﻓَﻠَﺎ ﺗَﻔْﻌَﻠُﻮﺍ ﺇِﻟَّﺎ ﺑِﻔَﺎﺗِﺤَﺔِ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ، ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻟَﺎ ﺻَﻠَﺎﺓَ ﻟِﻤَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﻘْﺮَﺃْ ﺑِﻬَﺎ

“Sungguh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berat atasnya bacaan pada shalat shubuh, tatkala beliau selesai shalat maka beliau berkata: “Barangkali kalian membaca di belakang imam kalian?” Kami menjawab: Benar, kami membaca. Beliau berkata: “Janganlah kalian membaca kecuali Al Fatihah karena tidak ada shalat bagi siapa yang tidak membacanya”.
Dan permasalahan yang berkaitan dengan ini sudah pernah kita terangkan di saat penanya menyampaikan pertanyaannya berbahasa Arab, dan Alhamdulillāh ada seorang santri dulu telah menerjemahkannya: https://t.me/majaalisalkhidhir/7900

[Abū Ahmad Al Khidhir pada hari Kamis, 26 Rabī’ Ats Tsānī 1448 / 8 Oktober 2026 di Bogor].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/15187