Pertanyaan:Untuk wanita haid di 10 malam terakhir di bulan Ramadhân, apa masih ada kesempatan buat mengejar Lailatul Qadr, karena dia tidak bisa shalat dan tidak baca Al-Qur’ãn? Jawaban:Wanita yang mengharapkan kebaikan dan keutamaan dari Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ pasti akan sedih bila datang haidnya di waktu yang memiliki keutamaan seperti pada waktu Lailatul Qadr, karena dia tidak leluasa ber’ibâdah sebagaimana …
PENDAHULUAN بِسمِ اللّٰهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِالحَمْدُ لِلّٰهِ، أَحْمَدُهُ، وَأَسْتَعِيْنُهُ، وَأَسْتَغْفِرُهُ، وَأَشْهَدُ أنْ لَا إلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَمَّا بَعْدُ Pembahasan ini kami beri judul “Onani tidak Membatalkan Puasa Akan Tetapi Orang yang Melakukannya Berdosa.” Pada asalnya pembahasan ini hanya berkaitan dengan pertanyaan tentang onani, apakah termasuk sebagai pembatal-pembatal puasa ataukah tidak? Dan jawabannya …
Pertanyaan:‘Afwân admin channel Maktabah Al-Khidhir, tolong sampaikan ke Ustâdz Abû Ahmad suatu pertanyaan, apakah ada doa khusus memberi dan menerima zakat fitrah? Apakah hal itu termasuk amalan para salaf?Jazâkumullâhu khairan. Jawaban:Orang yang memberi zakat hendaklah ikhlas karena Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ, jika dia ingin berdoa setelah dia mengeluarkan zakatnya maka dia berdoa dengan doa umum: رَبَّنَا تَقَبَّلۡ مِنَّاۤۖ إِنَّكَ أَنتَ …
Pertanyaan:Mau nanya, apa benar ada shalat tarâwih yang 8 raka’at sekalian dengan satu salâm? Bahkan ada 9 raka’at sekali salâm, sekalian witir? Jawaban:‘Âisyah Radhiyallâhu ‘Anhâ pernah menceritakan tentang shalat lail Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: يُصَلِّي ثَمَانَ رَكَعَاتٍ ثُمَّ يُوتِرُ ثُمَّ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ قَامَ فَرَكَعَ “Beliau shalat 8 raka’at lalu shalat witir kemudian shalat …
Pertanyaan:Ustâdz, kalau tarâwih di masjid sudah witir terus tidur malam, lalu bangun tahajjud, harus witir lagi tidak? Jawaban:Shalat tarâwih merupakan suatu penamaan terhadap shalat lail yang dilakukan pada bulan Ramadhân, demikian pula shalat tahajjud merupakan suatu penamaan terhadap shalat lail yang dilakukan setelah bangun dari tidur malam, berkata ‘Abdullâh bin ‘Abbâs Radhiyallâhu ‘Anhumâ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا …
Pertanyaan:Bagaimana mengkompromikan doa qunut witir Al-Hasan bin ‘Alî dengan penjelasan ‘Ulamâ yang menyebutkan bahwa tidak ada bacaan tertentu dalam qunut witir? Jawaban:Di antara para ‘Úlamâ seperti Sufyân Ats-Tsaurî dan An-Nakha’î berpendapat tentang tidak adanya bacaan tertentu untuk qunut witir.Pendapat mereka di sini sifatnya penafian sementara di dalam hadîts Al-Hasan bin ‘Alî Radhiyallâhu ‘Anhumâ ada penetapan bacaan qunut witir, dengan demikian …
Pertanyaan:Apa pendapat Ustâdz tentang Mâriyah yang dimiliki Nabî Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam? Apakah beliau Ummul Mu’minîn ataukah benar beliau budak wanita yang dihadiahkan kepada Nabî Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam? Jawaban:Mâriyah Al-Qibthiyyah Radhiyallâhu ‘Anhâ tidak dijuluki dengan Ummul Mu’minîn, karena yang mendapat julukan Ummul Mu’minîn hanyalah wanita yang dinikahi oleh Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, berkata Allâh Tabâraka wa …
Berkata Abul Qâsim Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: أَنَا مُحَمَّدٌ، وَأَحْمَدُ، وَالْمُقَفِّي، وَالْحَاشِرُ، وَنَبِيُّ التَّوْبَةِ، وَنَبِيُّ الرَّحْمَةِ “Aku adalah Muhammad, Ahmad, Al-Muqaffî, Al-Hâsyir, Nabiuttaubah dan Nabiurrahmah.” Riwayat Muslim (no. 6254).Pada suatu riwayat: وَأَنَا الْعَاقِبُ “Aku adalah Al-‘Âqib.” Riwayat Al-Bukhârî (no. 3532) dan Muslim (no. 6252).Pada suatu riwayat: وَأَنَا الْمَاحِي “Aku adalah Al-Mâhî.” Riwayat Al-Bukhârî (no. 3532) dan Muslim (no. 6252). …
Beliau adalah Muhammad bin ‘Abdillâh bin ‘Abdil Muththalib bin Hâsyim bin ‘Abdi Manâf bin Qushay bin Kilâb bin Murrah bin Ka’b bin Luayy.Kunyah beliau Abul Qâsim, julukan beliau adalah Al-Âmîn, An-Nabî, Ar-Rasûl dan As-Sayyid, beliau berkata: أَنَا سَيِّدُ الْقَوْمِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ “Aku adalah sayyid bagi kaum pada hari kiamat.” Riwayat Al-Bukhârî (no. 3340).Dalam satu riwayat: أَنَا سَيِّدُ النَّاسِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ …
Beliau adalah ‘Abdullâh bin Qais Al-Asy’ârî, kunyah beliau Abû Mûsâ dan beliau masyhûr dengan kunyahnya.Beliau lahir di Yaman dan datang ke Makkah sebelum Islâm, kemudian masuk Islâm, setelah itu beliau kembali ke qabîlah Al-Asy’ariyyîn Al-Qahthâniyyah di Yaman. Kemudian beliau bersama 50 orang lebih dari kaumnya keluar dengan menaiki kapal, hingga menghanyutkan mereka ke Habsyah. Setelah itu mereka ke Madînah, dan …