Pertanyaan:Mau nanya, apa benar ada shalat tarâwih yang 8 raka’at sekalian dengan satu salâm? Bahkan ada 9 raka’at sekali salâm, sekalian witir? Jawaban:‘Âisyah Radhiyallâhu ‘Anhâ pernah menceritakan tentang shalat lail Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam: يُصَلِّي ثَمَانَ رَكَعَاتٍ ثُمَّ يُوتِرُ ثُمَّ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ قَامَ فَرَكَعَ “Beliau shalat 8 raka’at lalu shalat witir kemudian shalat …
Pertanyaan:Ustâdz, kalau tarâwih di masjid sudah witir terus tidur malam, lalu bangun tahajjud, harus witir lagi tidak? Jawaban:Shalat tarâwih merupakan suatu penamaan terhadap shalat lail yang dilakukan pada bulan Ramadhân, demikian pula shalat tahajjud merupakan suatu penamaan terhadap shalat lail yang dilakukan setelah bangun dari tidur malam, berkata ‘Abdullâh bin ‘Abbâs Radhiyallâhu ‘Anhumâ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا …
Pertanyaan:Bagaimana mengkompromikan doa qunut witir Al-Hasan bin ‘Alî dengan penjelasan ‘Ulamâ yang menyebutkan bahwa tidak ada bacaan tertentu dalam qunut witir? Jawaban:Di antara para ‘Úlamâ seperti Sufyân Ats-Tsaurî dan An-Nakha’î berpendapat tentang tidak adanya bacaan tertentu untuk qunut witir.Pendapat mereka di sini sifatnya penafian sementara di dalam hadîts Al-Hasan bin ‘Alî Radhiyallâhu ‘Anhumâ ada penetapan bacaan qunut witir, dengan demikian …
Pertanyaan:Apa pendapat Ustâdz tentang Mâriyah yang dimiliki Nabî Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam? Apakah beliau Ummul Mu’minîn ataukah benar beliau budak wanita yang dihadiahkan kepada Nabî Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam? Jawaban:Mâriyah Al-Qibthiyyah Radhiyallâhu ‘Anhâ tidak dijuluki dengan Ummul Mu’minîn, karena yang mendapat julukan Ummul Mu’minîn hanyalah wanita yang dinikahi oleh Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam, berkata Allâh Tabâraka wa …
Pertanyaan:Untuk lafadz istighfâr, lebih dianjurkan yang mana untuk berdzikir: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ “Astaghfirullâhal ‘Adhîm.”Artinya:“Aku beristighfâr kepada Allâh yang Al-‘Azhîm (Maha Besar).” Ataukah: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ “Astagfirullah Waatûbu Ilaih.”Artinya:“Aku beristighfâr kepada Allâh dan aku bertaubat kepadanya.” Jawaban:Istighfâr dari Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam yang paling banyak beliau ucapkan adalah: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ “Astagfirullah Waatûbu Ilaih.”Artinya:“Aku beristighfâr kepada Allâh dan …
Pertanyaan:Izin bertanya Ustâdz, apakah donor darah termasuk pembatal puasa? Syukrân. Jawaban:Ahlul ‘Ilmi berbeda pendapat tentang hukum donor darah bagi yang berpuasa, pendapat yang benarnya bagi orang yang mendonorkan darahnya kepada pasien tidaklah batal puasanya, hanyalah pasien yang batal puasanya. Namun kalau orang yang mendonorkan darah ke pasien itu mendapati pada dirinya ada rasa lemah setelah mendonor darahnya ke pasien tersebut …
Pertanyaan:Ustâdz, saya ada pertanyaan, haruskah tulisan-tulisan atau lafadz-lafadz agama mengikuti ejaan dan transliterasi Indonesia? Seperti contohnya: sholat ditulis shalat atau salat, istiqomah ditulis istikamah, Romadhon ditulis Ramadan, Alloh ditulis Allah, muqoddimah ditulis mukadimah dan lain sebagainya. Apakah sebaiknya tulisan transliterasinya tetap pada bunyi asli dari bahasa Arab tersebut? Dan apakah ketika kita mengikuti pola penulisan transliterasi Indonesia, sama halnya kita …
Pertanyaan:Izin bertanya, jika kita membayarkan zakat ART (Asisten Rumah Tangga) dalam bentuk beras 2,5 kg, bolehkah zakat berupa beras itu diserahkan untuk ART (Asisten Rumah Tangga) yang bersangkutan?Kalau zakat atau infaq dan sejenisnya kita ingin atasnamakan seluruh keluarga kita yang telah meninggal bisa tidak? Perlu ada lafazh umum seperti itu atau bagaimana? Jawaban:Tidak mengapa bagi kita membayarkan zakat seseorang dengan …
Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz. Mau bertanya tentang peristiwa akhir zaman. Manakah urutan yang benar yang turun dibumi terkait Imâm Mahdî, Dukhân, Dajjâl, matahari terbit dari barat, Nabî Îsâ, Ya’jûj Ma’jûj dan angin yang mematikan orang beriman?. Jawaban:Urutan tentang tanda-tanda hari kiamat yang disebutkan itu tidaklah dapat kita pastikan sesuai urutannya, karena di dalam hadîts-hadîts disebutkan dengan menggunakan wâwu ‘athaf yang menunjukkan ketidakberurutannya, …
Pertanyaan:‘Afwân Ustâdz minta pandangan, dalam pendalîlan tentang virus corona dengan hadîts: إِذَا طَلَعَ النَّجْمُ صَبَاحًا رُفِعَتِ الْعَاهَةُ “Apabila telah terbit bintang pada pagi hari maka diangkatlah wabah.”Apakah riwayat hadîtsnya shahîh? Jawaban:Jika hadîts tersebut dijadikan sebagai dalîl tentang virus corona maka telah salah dalam pendalilan, jika menempatkan hadîts tersebut pada wabah semisal virus corona yang sekarang terjadi maka benar-benar telah salah …